Info Aktual

BPTP Bali Kembangkan Teknologi Bio Gas dan Bio Urine di Gianyar

 

Teknologi pengolahan limbah pertanian/peternakan bertujuan untuk mengubah limbah dari yang awalnya merupakan masalah menjadi produk yang bernilai ekonomis dan nantinya dapat memberikan nilai tambah bagi petani.

Teknologi Pembuatan Bio Gas dan Bio Urine saat ini merupakan teknologi yang paling tepat untuk mengatasi permasalahn limbah ternak, dengan teknologi bio gas limbah padat ternak diubah menjadi energi panas sehingga petani mendapat memanfaatkan energi panas tersebut. Energi panas yang dihasilkan dari pengolahan limbah sapi digunakan untuk keperluan memasak ataupun untuk penerangan, selain itu sisa pengolahan bio gas merupakan pupuk organik padat yang disebut slade dapat dimanfaatkan untuk memupuk tanaman.

Teknologi Pembuatan bio urine merupakan teknologi yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan limbah cair/urine ternak. Dengan teknologi pembuatan bio urine, urine ternak yang awalnya tidak termanfaatkan bahkan mencemari lingkungan diubah menjadi Bio urine dengan proses fermentasi dan aerasi. Bio urine mempunyai  kandungan unsur hara yang lebih tinggi di bandingkan urine. Pengaplikasian bio urine pada tanaman sangat mudah cukup mencampur bio urine dengan air bersih dengan perbandingan 1 : 10 selanjutnya dapat dikocorkan atau disemprotkan ke tanaman.

Kintamani merupakan salah satu daerah pariwisata andalan Bali. Kawasan wisata Batur Geopark Kintamani, sering dikunjungi wisatawan domistik maupun mancanegara. Kawasan Wisata Giri Alam berada di kawasan wisata Batur Geopark. Kawasan ini merupakan kawasan yang sedang berkembang, di bangun oleh Kelompok Tani Harapan Maju, Dusun Petung, Desa Batur Tengah, Kintamani-Bangli. Kondisi alam yang indah dan udara pegunungan yang segar menjadikan kawasan ini banyak dikunjungi wisatawan hal ini yang menjadi alasan kelompok tani Harapan Maju membangun sebuah kawasan agrowisata berbasis masyarakat ini. Perkebunan kopi arabika dan jeruk menjadi andalan dari  Agrowisata Giri Alam.

Sebagai Agrowisata yang baru berkembang tentunya banyak kendala yang ditemui petani, salah satunya adalah masalah pencemaran limbah ternak dan produksi kopi yang semakin menurun. Menyikapi permasalah petani ini, BPTP Bali mulai tahun 2015 melakukan pendampingan terhadap kelompok tani Harapan Maju. Dengan inovasi teknologi pertanian, BPTP Bali mulai menerapkan sistem integrasi  tanaman-ternak. Dalam kesempatan ini, BPTP Bali mengajak petani membangun instalasi bio gas dan bio urine. Antusias petani sangat tinggi menyambut program dari BPTP Bali. Dalam program pendampingan kawasan kopi ini, BPTP Bali bekerjasama dengan Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah melalui Dinas Perkebunan yang juga menyatakan dukungannya terhadap kegiatan BPTP Bali tersebut.

Teknologi bio gas dan bio urine saat ini sudah menunjukan dampaknya bagi kesejahtraan petani di kawasan agrowisata Giri Alam. Bio gas yang ada dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak makanan, sedangkan bio urine untuk memupuk tanaman. Selain itu Keberadaan instalasi bio gas dan bio urine menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke tempat tersebut.

Tidak hanya berhenti sampai disitu di tahun 2016 BPTP Bali kembali melanjutkan binaannya di kawasan agrowisata Giri Alam, tentunya dengan membawa teknologi inovatif Badan litbang Pertanian lainya untuk mendukung petani mengembangkan agrowisatanya. Menurut pemaparan Ir. Ketut Kariada, M.sc peneliti di BPTP Bali sekaligus penanggungjawab kegiatan Pendampingan kawasan kopi arabika di Bali dalam acara sosialisasi kegiatan tahun 2016, bahwa kedepan akan ada banyak lagi teknologi Badan Litbang Pertanian yang akan di introduksikan ke petani.

September Horti Ceria Bali “FESTIVAL AGRIBISNIS 2015”

Denpasar – Bulan September merupakan salah satu bulan yang dicanangkan sebagai bulan hortikultura, yang biasa disebut dengan “September Horti Ceria.” Provinsi Bali di tahun 2015 menggelar pameran pekan September Horti Ceria, yang bertajuk “Festival Agribisnis 2015.”

Read more: September Horti Ceria Bali “FESTIVAL AGRIBISNIS 2015”

BPKLN: Kementerian Pertanian Tingkatkan Kerjasama Luar Negeri

Pertanian sampai sekarang masih tetap memegang peran strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan potensi pengembangannya sangat besar sehingga dimungkinkan ke depan sektor pertanian akan tetap menjadi leading sector dalam pembangunan nasional. Namun, tantangan pembangunan pertanian di masa datang akan semakin kompleks dibandingkan saat ini dan era sebelumnya, diantaranya; meningkatnya ancaman degradasi dan konversi lahan; variabilitas dan ketidakpastian iklim; erosi sumberdaya genetik; pengurangan jumlah pekerja di bidang pertanian; rendahnya kapasitas sumberdaya manusia dan kelembagaan pertanian; serta semakin kompleksnya sistem pasar bebas.

Read more: BPKLN: Kementerian Pertanian Tingkatkan Kerjasama Luar Negeri

Monitoring Pengelolaan TUKIN dan Pembinaan Kearsipan Lingkup Kementan

Kamis, 21 Mei 2015 telah dilaksanakan kegiatan Monitoring Pengelolaan TUKIN dan Pembinaan Kearsipan Lingkup Kementan bertempat di ruang pertemuan BPTP Bali  dengan peserta BPTP Bali, BB Veteriner, BB Karantina dan BPTU.

Read more: Monitoring Pengelolaan TUKIN dan Pembinaan Kearsipan Lingkup Kementan

BPTP BALI SERAHKAN BANTUAN UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN PERTANIAN BIO INDUSTRI

Mulai tahun 2015 sesuai dengan visi Kementerian Pertanian dalam pertanian Bio Industri BPTP Bali mengembangkan model pertanian Bio Industri di dua lokasi yaitu di Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Tabanan.

Read more: BPTP BALI SERAHKAN BANTUAN UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN PERTANIAN BIO INDUSTRI

Subcategories

Subcategories