Pertanian Ke Depan Tidak Saja untuk Kemandirian Pangan Tetapi untuk Kadaulatan Pangan

Denpasar – Hari Kamis (25/2) Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi disela-sela waktunya sebelum bertolak dari Bali menuju Jakarta, menyempatkan waktu untuk mengunjungi BPTP Bali.  Agenda utama beliau ke Bali adalah, dalam rangka koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang sedang melakukan pemeriksaan laporan keuangan seluruh Satuan Kerja (Satker) yang mengelola anggaran Kementan di Bali. 

Dalam kunjungannya yang sangat singkat Wamentan juga menyempatkan diri melakukan panen jagung Varietas Bima 20 URI di Taman Agro Inovasi BPTP Bali dan melakukan penyerahan bantuan benih tanaman sayuran kepada perwakilan dari Kelompok Wanita Tani Griya Nuansa Pratama Jimbaran, dan Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga (Gertapak) Asyiyah Bali.

Setelah melakukan penyerahan Benih tanaman sayuran beliau melakukan diskusi dengan seluruh Kepala UPT Lingkup Kementan di Bali. Dalam diskusinya Beliau menyampaikan perihal hasil pertemuanya dengan Ketua BPK dan Anggota Komisi IV DPR RI. “Saya coba memberikan penjelasan kepada BPK terutama Ketua IV BPK  RI yang hadir tadi, pesan yang saya sampaikan kepada beliau untuk mensinergikan laporan-laporan kita terutama sekali soal sapi yang di Jemrana yang menjadi perhatian mereka” selain tentunya soal memperbaiki laporan keuangan.

Selain itu Wamentan juga menyampaikan apresiasinya kepada para kepala UPT Kementan di Bali “saya senang sekali dan mengapresiasi  kawan-kawan pertanian, yang bekerja keras mendukung pembangunan pertanian di Bali meskipun terjadinya  pandemi dan turunnya kunjungan wisatawan di Bali.  Disampaikan juga bahwa pertanian secara nasional bisa menyumbang APBN sebesar 16,4 persen dan ini merupakan prestasi bagi pertanian. Jadi saya harapkan ke depan pertanian bukan hanya bisa menjadi Food Resilience (Kemandirian Pangan) tetapi bisa menjadi kedaulatan pangan” ujarnya.