Info Aktual

Lokasi RPIK Tahun 2021 Disepakati di Kecamatan Baturiti dan Penebel KabupatenTabanan

Denpasar - Sejak hari Selasa 30 Maret sampai dengan Kamis 1 April 2021 tim Puslitbang Hortikultura dan Balai Penelitian Tanaman Sayuran melakukan lanjutan perencanaan kegiatan Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) Bawang Putih di Bali. Perencanaan diawali dengan koordinasi bersama Dinas Pertanian Provinsi Bali, UPTD BPSB Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan dan BPTP Bali.

Selanjutnya dilakukan penjajagan lokasi ke Kelompok Kanti Sembada Kecamatan Baturiti dan Subak Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan. Di lokasi, tim RPIK diterima dan didampingi oleh PPL, pengurus kelompok, pekaseh dan anggota. Dari hasil penjajagan lokasi disepakati pelaksanaan demplot RPIK bawang putih akan dilakukan di Br. Batusesa Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti seluas 2 hektar dan di Subak Jatiluwih seluas 4 hektar.

Kepala Balitsa Dr. Harmanto menjelaskan selain sebagai media diseminasi, output dari kegiatan RPIK ini adalah bagaimana menghasilkan bawang putih berumbi besar. "Di lokasi ini juga akan dilakukan pengujian terhadap bawang putih lokal Penebel yang dikenal dengan "kesuna kayu" dibandingkan dengan varietas Lumbu Putih, Lumbu Hijau, dan Sangga Sembalun," jelasnya.

Setelah disepakati lokasi RPIK hari ketiga Kamis (1/4) dilakukan penajaman rencana operasional dengan penyusunan jadwal palang kegiatan dipimpin langsung oleh kepala Balitsa sendiri.

DPW BPTP Bali Ikuti Bimtek Kesehatan Reproduksi pada Wanita

Denpasar - Pentingnya menjaga kesehatan reproduksi wanita menjadi perhatian ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP). Untuk hal itu hari ini (5/3), ibu-ibu DWP BPTP Bali melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang kesehatan reproduksi wanita dengan topik Pencegahan Kanker Serviks, dengan mengundang narasumber dari Dinas Kesehatan Kodya Denpasar.

Acara Bimtek dibuka oleh Kepala BPTP Bali Dr. Drh. I Made Rai Yasa, MP, dan dihadiri oleh sekitar 40 orang pengurus dan anggota DWP. Sedangkan materi Bimtek ini diisi oleh dr. I Gusti Mayun Surya Darma, M Biomed. Sp.OG (K). Hadir pula pada acara tersebut Kasie Penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa Dinas Kesehatan Kodya Denpasar.

Menurut narasumber, pada intinya faktor-faktor penyebab yang memperbesar potensi kasus kanker serviks ini adalah hubungan seksual usia dini, merokok, multi partner, dan kurangnya menjaga kebersihan area kewanitaan. Sehingga disarankan agar ibu-ibu DWP BPTP Bali selalu menjaga kebersihan terutama area kewanitaan agar terhindar dari penyakit kanker serviks ini.

Menyambut Hari Meteorologi Dunia dengan Sekolah Lapang Iklim di Jembrana

Denpasar - Menyambut hari Meteorologi Dunia yang jatuh pada tanggal 23 Maret 2021, Perhimpi Bali bersama dengan BPTP Bali, BMKG Stasiun Klimatologi Jembrana, Dinas Pertanian Kabupaten dan Pangan Kabupaten Jembrana serta anggota Subak Tibu Beleng melaksanakan tanam padi bersama.

Tanam bersama dilaksanakan pada Demplot Sekolah Lapang Iklim yang berlokasi di Subak Tibu Beleng, Desa Penyaringan Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Setelah pelaksanaan tanam padi bersama, acara Sekolah Lapang Iklim dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan iklim untuk pertanian dengan pemateri dari BMKG Stasiun Klimatologi Jembrana dan BPTP Bali.

Acara Bimtek dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana mewakili Bupati Jembrana. Dalam sambutannya kepala dinas memberikan apresiasinya kepada BPTP Bali karena telah memberikan bantuan VUB padi Balitbangtan serta sekaligus inovasi teknologi budidayanya.

Acara pembukaan Sekolah Lapang Iklim dan Bimtek dihadiri juga oleh anggota Komisi IV DPR RI, A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jembrana, Kepala BPTP Bali, dan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Pusat yang hadir melalui virtual.

Dalam arahannya AA Bagus Adhi Mahendra Putra, menyatakan apresiasinya kepada pemerintah dan BMKG karena ikut dalam membina petani melalui program Sekolah Lapang Iklim. “ Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kehadirat pemerintah dalam menjaga alam ini khususnya di Sekolah Lapang Iklim ini” ujarnya.

Sementara itu Kepala BPTP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, MP dalam sambutannya menyatakan kesiapannya bekerjasama dan mendampingi program Demplot Sekolah Lapang Iklim yang diselenggarakan BMKG dengan mendiseminasikan inovasi-inovasi teknologi pertanian didalamnya.

BPTP Bali Dukung Pengembalian Kejayaan Sorgum di Bumi Panji Sakti

Denpasar - Sorgum memiliki potensi besar untuk dikembangkan di wilayah Kabupaten Buleleng Bali. Konon sorgum pernah menjadi primadona di kabupaten ini, terbukti dari sejarahnya nama Buleleng sendiri adalah nama lokal dari tanaman sorgum di daerah ini. Sampai saat masyarakat lokal pun masih mengenal sorgum sebagai tanaman “Buleleng” selain disebut juga sebagai tanaman "jagung Gembal”.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng I Made Sumiarta,  bukti kejayaan sorgum di Kabupaten Buleleng dapat dilihat  pada patung Singa Ambara Raja yang  berada di pusat kota Singaraja. Pada salah satu tangan yaitu tangan kanan Patung Singa Ambara Raja memegang malai sorgum. “Terkait sejarah sorgum di Buleleng tersebut, Pemda Buleleng ingin mengembalikan kejayaan sorgum tersebut” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng optimis bahwa kejayaan sorgum di Buleleng pada zaman pemerintahan raja Panji Sakti dulu, akan dapat dikembalikan. “Kami apresiasi kepada BPTP Bali yang telah ikut  memfasilitasi pengembangan sorgum di Buleleng. Dengan sentuhan inovasi dan kerja keras kami yakin Buleleng akan menjadi sentral penghasil sorgum di wilayah Indonesia Bagian Timur. Apalagi diperkuat dengan pernyataan Bapak Menteri Pertanian kita yang telah memproklamirkan pengembangan sorgum untuk wilayah Indonesia bagian timur”, jelasnya. 

Komitmen Kepala Dinas pertanian untuk mengembangkan sorgum di Buleleng diperkuat juga oleh laporan dari Koordinator BPP Kecamatan Gerokgak, Buleleng yang hadir saat itu. Beliau mengatakan bahwa untuk weilayah Kecamatan Gerokgak sendiri di tahun 2020 telah dikembangkan sorgum di Desa Sangalangit dan Patas. "Selanjutnya akan diperluas lagi di tahun 2021 dari dana APBN seluas 26 hektar dan  itu sudah kami distribusikan ke masing-masing PPL untuk mendampingi”, jelasnya.

Sementara itu Kepala BPTP Bali I Made Rai Yasa ditemui saat melaksanakan panen bersama dengan Kadis Pertanian dan jajarannya pada hari Jumat (26/2), menyampaikan bahwa sorgum yang dipanen hari itu adalah varietas Super 2 yang merupakan produk dari Badan Litbang Pertanian melalui Balit Serelia Maros. Dimana menurutnya Balit Serelia Maros ini merupakan produsen varietas benih-benih unggul tanaman serealia di Indonesia. “Kami sangat mendukung komitmen Pemda Buleleng untuk menjadikan sorgum sebagai pangan masa depan, dan ke depan kami akan mencoba beberapa varietas sorgum lainnya lagi hingga diperoleh varietas unggul yang paling ideal dan adaptif untuk dikembangkan di daerah Buleleng ini”, jelasnya.

Peneliti BPTP Bali I Nyoman Adijaya selaku pendamping demplot melaporkan hasil ubinan sorgum di lokasi Demplot sorgum super 2 sangat menggembirakan dari dilihat dari produksi malai, sebesar 6 ton  malai per/ha, terlebih lagi potensi berangkasannya mencapai 51 ton/ha. “Berangkasan ini berpotensi besar sebagai sumber pakan ternak", ujarnya.

Dalam kesempatan panen bersama tersebut Ketut Wijana sebagai petani sorgum mewakili petani Desa Sangalangit mengaku sangat senang melihat hasil panen dari Sorgum Super 2 ini, akan tetapi karena kendala  angin di lokasi pada musim penanaman sedangkan habitus tanaman sorgum Super 2 ini sangat tinngi yang mencapai empat meter bahkan lebih, menjadi kendala karena tanaman sorgumnya banyak yang rebah saat menjelang panen. Dirinya mengarapkan ke depan BPTP Bali bisa mencarikan solusi yang tepat untuk varietas sorgum di yang paling cocok untuk di daerah mereka” tambahnya.

Menyambut Hari Meteorologi Dunia dengan Pembukaan Sekolah Lapang Iklim di Jembrana

Denpasar - Menyambut hari Meteorologi Dunia yang jatuh pada tanggal 23 Maret 2021, Perhimpi Bali bersama dengan BPTP Bali, BMKG Stasiun Klimatologi Jembrana, Dinas Pertanian Kabupaten dan Pangan Kabupaten Jembrana serta anggota Subak Tibu Beleng melaksanakan tanam padi bersama.

Tanam bersama dilaksanakan pada Demplot Sekolah Lapang Iklim yang berlokasi di Subak Tibu Beleng, Desa Penyaringan Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Setelah pelaksanaan tanam padi bersama, acara Sekolah Lapang Iklim dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan iklim untuk pertanian dengan pemateri dari BMKG Stasiun Klimatologi Jembrana dan BPTP Bali.

Acara Bimtek dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana mewakili Bupati Jembrana. Dalam sambutannya kepala dinas memberikan apresiasinya kepada BPTP Bali karena telah memberikan bantuan VUB padi Balitbangtan serta sekaligus inovasi teknologi budidayanya.

Acara pembukaan Sekolah Lapang Iklim dan Bimtek dihadiri juga oleh anggota Komisi IV DPR RI, A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jembrana, Kepala BPTP Bali, dan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Pusat yang hadir melalui virtual.

Dalam arahannya AA Bagus Adhi Mahendra Putra, menyatakan apresiasinya kepada pemerintah dan BMKG karena ikut dalam membina petani melalui program Sekolah Lapang Iklim. “ Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kehadirat pemerintah dalam menjaga alam ini khususnya di Sekolah Lapang Iklim ini” ujarnya.

Sementara itu Kepala BPTP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, MP dalam sambutannya menyatakan kesiapannya bekerjasama dan mendampingi program Demplot Sekolah Lapang Iklim yang diselenggarakan BMKG dengan mendiseminasikan inovasi-inovasi teknologi pertanian didalamnya.

Pertanian Ke Depan Tidak Saja untuk Kemandirian Pangan Tetapi untuk Kadaulatan Pangan

Denpasar – Hari Kamis (25/2) Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi disela-sela waktunya sebelum bertolak dari Bali menuju Jakarta, menyempatkan waktu untuk mengunjungi BPTP Bali.  Agenda utama beliau ke Bali adalah, dalam rangka koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang sedang melakukan pemeriksaan laporan keuangan seluruh Satuan Kerja (Satker) yang mengelola anggaran Kementan di Bali. 

Dalam kunjungannya yang sangat singkat Wamentan juga menyempatkan diri melakukan panen jagung Varietas Bima 20 URI di Taman Agro Inovasi BPTP Bali dan melakukan penyerahan bantuan benih tanaman sayuran kepada perwakilan dari Kelompok Wanita Tani Griya Nuansa Pratama Jimbaran, dan Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga (Gertapak) Asyiyah Bali.

Setelah melakukan penyerahan Benih tanaman sayuran beliau melakukan diskusi dengan seluruh Kepala UPT Lingkup Kementan di Bali. Dalam diskusinya Beliau menyampaikan perihal hasil pertemuanya dengan Ketua BPK dan Anggota Komisi IV DPR RI. “Saya coba memberikan penjelasan kepada BPK terutama Ketua IV BPK  RI yang hadir tadi, pesan yang saya sampaikan kepada beliau untuk mensinergikan laporan-laporan kita terutama sekali soal sapi yang di Jemrana yang menjadi perhatian mereka” selain tentunya soal memperbaiki laporan keuangan.

Selain itu Wamentan juga menyampaikan apresiasinya kepada para kepala UPT Kementan di Bali “saya senang sekali dan mengapresiasi  kawan-kawan pertanian, yang bekerja keras mendukung pembangunan pertanian di Bali meskipun terjadinya  pandemi dan turunnya kunjungan wisatawan di Bali.  Disampaikan juga bahwa pertanian secara nasional bisa menyumbang APBN sebesar 16,4 persen dan ini merupakan prestasi bagi pertanian. Jadi saya harapkan ke depan pertanian bukan hanya bisa menjadi Food Resilience (Kemandirian Pangan) tetapi bisa menjadi kedaulatan pangan” ujarnya.

Survey Calon lokasi Demplot RIK Pengembangan Bawang Putih di Bali.

Denpasar - Bali saat ini dilaporkan masih kekurangan pasokan bawang putih sekitar 7.604 ton per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali sendiri. Terkait dengan permasalahan tersebut menurut kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali, Dr. I Made Rai Yasa, MP,. tahun 2021 ini BPTP Bali telah mengajukan permohonan untuk menjadikan Bali sebagai salah calon lokasi kegiatan RIK (Riset Inovatif Kolaboratif) yang digagas dan dilaksanakan pada kepemimpinan Dr. Ir. Fadjry Djufry sebagai Kepala Badan Litbang Pertanian-Kementerian Pertanian.


Sebagai tindak lanjutnya, hari Senin (9/3) Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura menugaskan Kepala Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Dr. Hermanto, Dr. Yusuf dan Dr. Bagus Kukuh Udiarto bersama tim lainya turun langsung kelapangan makukan survey lapangan tepatnya di Desa Babahan dan Desa Jati Luwih Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan yang menjadi calon lokasi RIK Bawang Putih. Dalam survey yang dilaksanakan tim Balitsa ini didampingi langsung oleh kepala BPTP Bali serta Kepala dinas Pertanian Kabupaten Tabanan dan jajaran, hari Senin dan Selasa (8-9/3).


Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan Ir. I Nyoman Budana, MSi, mengatakan bahwa rencana awalnya dilokasi akan dikembangkan bawang putih seluas 100 ha oleh Ditjen Hortikultura. Namun menurutnya karena adanya refocusing anggaran, akhirnya luasan yang dibantu seluas menjadi 50 Ha. Budana juga mengharapkan kegiatan RIK bawang putih yang akan dilaksanakan Balitbangtan melalui Balitsa nantinya dapat menjadi percontohan pengembangan bawang putih khususnya di lokasi pengembagan dan sekitarnya. ”saat ini produktivitas bawang putih baru berkisar 16 ton/ha saja, sedangkan varietas yang ditanam sebelumnya antara lain Varetas Lokal, dan Lumbu Hijau” jelasnya menambahkan.


Semetara itu menurut pengurus subak di Desa Babahan dan di Jati Luwih, jadwal tanam bawang putih di wilayah ini adalah sekitar bulan Juni dan panen sekitar bulan September dengan potensi luas mencapai 528 ha. Mereka juga menyampaikan bahwa kebanyakan petani menanam bawang putih tanpa olah tanah. Benih yang ditanam adalah benih dari bantuan dinas pertanian dan benih lokal. “Bawang putih ditanam pada bekas lubang tanaman padi dengan jarak tanam tergantung jarak tanam padi sebelumnya, yaitu sekitar 20 x 24 cm dengan jumlah benih sebanyak tiga (3) siung perlubang. Permasalahannya, umbi bawang putih yang dihasilkan relatif kecil jadi kalah bersaing dengan bawang putih impor” jelasnya.


Pengurus subak juga menyebutkan bahwa pada tahun 1980-an, Bapak Ir. Wardoyo Menteri Pertanian di era tahun tersebut pernah melaksanakan panen bawang putih di Desa Babahan. Di sebutkan juga bahwa di daerah ini memiliki varietas lokal yang genjah yaitu “Kesuna Kayu” yang umur panennya 15 hari mendahului panen bawang putih lainnya dan dengan aroma yang sangat baik. Mereka berharap pelaksanaan RIK bisa dilaksanakan di Bali untuk mendukung kembali kejayaan bawang putih di Kecamatan Penebel.


Setelah melaksanakan survey Kepala Balitsa menyampaikan bahwa mereka rencanaya akan membuat demplot RIK seluas 6-7 ha dengan inovasi hasil Badan Litbang Pertanian dengan varietas antara lain Lumbu Hijau, Tawang Mangu 1, dan lainnya. Disebutkan juga Kecamatan Penebel khususnya Desa Babahan dan Desa Jati Luwih memiliki beberapa keunggulan untuk lokasi RIK antara lain ketersediaan air yang melimpah sepanjang tahun, petani yang sangat responsif dan terbiasa menanam bawang merah, ketinggian yang cukup memadai antara 600-800 meter, walaupun idealnya adalah lebih tinggi dari 1.000 mdpl. “Apabila RIK bisa dilaksanakan di lokasi ini, ditargetkan produktivitas minimal mencapai 20 ton/ha, umbi lebih besar mendekati bawang impor sehingga mudah dipasarkan” jelasnya.

Mengupas Inovasi Teknologi Peternakan dari Lontar Bali Kuno

Denpasar - Bali terkenal dengan tradisi dan budayanya yang adiluhung. Salah satunya adalah tradisi pencatatan ilmu dan pengetahuan dalam bentuk manuskrip lontar. Berbagai jenis pengetahuan dalam catatan kuno ini perlu digali ulang agar dapat diaplikasikan dalam konteks kekinian. Pada lontar tersebut berisikan berbagai ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup yang pernah ada dan berkembang di masyarakat Bali pada masa lampau. Informasi yang ada di dalam lontar dapat dikembangkan untuk menata dan meningkatkan kehidupan spiritual dan material saat ini serta di masa mendatang. Salah satu pengetahuan dari lontar yang masih lestari dan dimanfaatkan secara turun temurun oleh masyarakat Bali adalah pemanfaatan berbagai jenis tanaman herbal untuk pengobatan tradisional yang lebih dikenal dengan lontar usada.

Beberapa hasil penelitian melaporkan bahwa berbagai jenis tanaman obat memiliki fungsi sebagai antimikroba patogen dan bahkan antioksidan. Berdasarkan hal tersebut peneliti BPTP Bali A.A Ngurah Badung Sarmuda Dinata berinisiatif menggali manfaat beberapa jenis tanaman obat yang berpotensi untuk dimanfaatkan dalam bidang pertanian saat ini. Menurut Dinata dari sekian banyak lontar usada yang ada di Bali yang telah dibacanya diperoleh informasi bahwa terdapat pengulangan penyebutan tanaman obat yakni Trikatuka.

Trikatuka adalah nama 3 jenis tanaman obat yang terdiri dari kesuna (bawang putih= Allium sativum L), jangu (dringo= Acorus calamus L.) mesuwi (mesoyi=Massoia aromatic Becc.). Hasil penelusuran ini kemudian ditindak lanjuti olehnya melalui kajian pemanfaatan mikroba rumen dan agen defaunasi sebagai probiotik pada sapi bali pada tahun 2020. Dengan pengkajian ini diharapkan akan diketahui manfaat tanaman obat ini sebagai antimikroba pathogen dalam upaya membuat kandidat probiotik khusus untuk ternak ruminansia. “Setelah diamati ternyata ekstrak tanaman obat ini ternyata mampu menekan populasi mikroba pathogen yang terdapat dalam cairan rumen sapi Bali” ungkapnya.

Disebutkan pula bahwa penambahan ekstrak tanaman obat ini mampu menghilangkan cemaran bakteri pathogen dalam waktu 3 hari pada cairan rumen yang difermentasi. Cairan rumen yang bebas bakteri pathogen ini kemudian dicampurkan dengan ekstrak tanaman sumber agen defaunasi dengan formula tertentu untuk diaplikasikan pada ternak sapi Bali. “Formula konsorsium mikroba rumen dengan agen defaunasi ini diberi nama prodef”.

Lebih lanjut di tahun 2020 Dinata mengkaji manfaat Prodef pada 20 ekor ternak sapi Bali. Sapi-sapi yang dijadikan sampel diberikan pakan rumput gajah dan tambahan prodef selama enam bulan. Alhasil pertambahan bobot badan sapi meningkat 22,35-60,59%, bahkan ada yang mencapai 2 kali lipat dibandingkan yang tanpa diberi prodef. Ini menunjukkan bahwa penggunaan tanaman obat trikatuka pada kandidat probiotik berperan efektif dalam meningkatkan efisiensi kecernaan pakan. ”Untuk memperoleh hasil yang benar-benar lebih valid perlu dilakukan dukungan lebih banyak penelitian lanjutan secara terus menerus sampai lokal genius warisan leluhur ini nantinya bisa dikembangkan menjadi inovasi baru dalam bidang pertanian” jelasnya menambahkan

Kerjasama BPTP Bali dan BMKG Atasi Masalah Produktivitas Kedelai di Tabanan

Denpasar - Hari Rabu 3 Maret 2021 bertempat di Subak Bengkel, Kecamatan Kediri Tabanan dilaksanakan Focus Grup Discussion (FGD) untuk mengetahui potensi dan permasalahan pengembangan kedelai di Tabanan. Acara dihadiri Kepala BPTP Bali, Kepala Balai Klimatologi BMKG Jembrana bersama jajaran, PLT Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan bersama jajaran, Koordinasi BPP Kecamatan Kediri, Kepala Desa Bengkel, Kelian Subak dan anggota subak Bengkel.


Kepala BPTP Bali Dr. I Made Rai Yasa menjelaskan permasalahan rendahnya kedelai di Kabupaten Tabanan dikarenakan petani selama ini umumnya menanam benih antar lapang yang tidak bersertifikat, cara tanam dengan disebar. “ dari hasil FGD diketahui provitas kedelai di Tabanan sekitar 1,6 ton per ha, budidaya tanaman tanpa didasari juknis yang tepat, dan kurang memberikan keuntungan Sebagai dampaknya, petani menanam komoditas lain seperti sayuran chaisin dan komoditas lain pada saat jadwal tanam kedelai” paparnya.


Rai Yasa juga menyampaikan bahwa terkait dengan permasalahan kedelai tersebut, BPTP Bali pada tahun 2021 akan melaksanakan demplot inovasi kedelai di Subak Bengkel, Tabanan seluas 2 ha dengan memperkenalkan Varietas Devo 2, Devon 2, Detap 1, Biosoy, dan Anjasmoro. “Kami juga akan memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada petani untuk standarisasi budidaya kedelai di lokasi ini” Jelasnya.


Dr. Ir. Ni Made Delly Resiani, MP (Peneliti BPTP Bali) selaku koordinator lapangan kegiatan demplot menjelaskan bahwa varietas-varietas kedelai yang akan di demplotkan merupakan varietas kedelai unggulan Badan Litbang Pertanian, yang dihasilkan oleh Balai Penelitian aneka Kacang dan Umbi di Malang, Jawa Timur. “keunggulan dari varietas kedelai ini adalah bijinya yang lebih besar dari kedelai local yang biasa ditanam petani dan memiliki potensi produksi yang tinggi” jelasnya.

Senada dengan kepala BPTP Bali, kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jembrana Aminudin AI Roniri, SP.,M.Si, juga menyampaikan bahwa untuk mendukung pelaksaan demplot akan menempatkan peralatan untuk mengetahui dinamika iklim mikro di lokasi. “Dengan alat ini diharapkan dapat mengetahui dampak perubahan iklim terhadap perkembangan hama penyakit tanaman, pertumbuhan tanaman, dan lainnya” jelasnya.


Sementara itu perbekel Desa Bengkel I Nyoman Wahya Biantara, S.Kom juga memberikan dukungan positif dirinya menyampaikan bahwa ke depan akan memanfaatkan dana desa untuk melaksanakan pelatihan-pelatihan terkait kedalai di desanya seperti pelatihan pembuatan tempe dan produk turunan lainnya dari kedelai, “ Hal ini kami lakukan untuk mendukung pengembangan kedelai di subak bengkel ini” jelasnya.

Santri Milenial Bali Berlatih Menyusun Formulasi Pakan Untuk Ternak Kambing

Denpasar - Mulai tanggal 28-30 Januari P4S Hidayah Bali yang difasilitasi oleh Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu-malang menyelenggarakan pelatihan Tematik Formulasi Pakan Ternak Kambing yang bertempat di Kelompoktani Matahari Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti.

Hari ini Jumat (29/1) giliran Ni Luh Gede Budiari Spt, MPt (Peneliti BPTP Bali) sebagai narasumber tentang 1). Pengenalan Hijauan Pakan Ternak, 2). Pakan Konsentrat untuk Ternak Kambing, 3). Menyusun Formula Ransum dan Manajemen Pemberian Pakan Kambing.

Terlihat 32 orang peserta yang merupakan santri milenial dari Kabupaten Tabanan, Kabupaten Buleleng, dan Karangasem, sangat antusias dan bersungguh mengikuti materi yang disampaikan. Selain teori juga diberikan praktek langsung pembuatan silase dan penyusunan formula ransum ternak kambing.

Subcategories

Subcategories