Pendampingan Pengembangan Kawasan Komoditas Kopi Di Bali

Dalam era pasar global dan persaingan pasar kopi dunia yang semakin ketat, diferensiasi produk merupakan sarana penting untuk menark perhatian konsumen. Indikasi Geografis (IG) - yaitu indikasi wilayah suatu kawasan produsen kopi yang memiliki rative advantage" berdasarkan cita rasa, kekhasan produk local (specialty). Karakteristik khusus produk kopi dengan perlindungan Indikasi Geografis memiliki kualitas mutu yang baik sehingga mampu meningkatkan daya saing. Oleh sebab itu, banyak pemerintah di berbagai negara di seluruh dunia mendorong Indikasi Geografis (IG) ini. 

Dalam Jangka pendek Pendampingan Pengembangan Kawasan Komoditas Kopi Di Bali memiliki tujuan, a) Melakukan pendampingan teknologi, b) Meningkatkan pengembangan jaringan kerjasama lintas sektor dan inisiasi wisata agro limbah basah kopi dan limbah ternak pada kopi, c) Meningkatkan kapasitas SDM kelembagaan petani melalui bimbingan teknis lapangan berbasis kopi organik. Sedangkan dalam Jangka Panjang bertujuan untuk, a) Meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan petani kopi organik sebagai salah satu model pembangunan pertanian perdesaan yang komprehensif, terintegrasi mulai dari sisi hulu hingga hilir dengan penumbuhan agribisnis perdesaan berbasis inovasi dan kelembagaan. b). Mengembangkan model percontohan pembangunan pertanian ramah lingkungan melalui penerapan inovasi teknologi organik.

Dalam kegiatan ini diharapkan akan diperoleh manfaat meningkatnya pendapatan petani serta terbangunnya pondasi teknologi terintegrasi kopi dengan sapi dalam kerangka Mini serta teradopsinya teknologi ramah lingkungan menuju organik. Secara tidak langsung juga akan terbentuk model pengembangan agribisnis agroindustri pedesaan yang berbasis kopi arabika. Dari penerapan sistem agribisnis maka diharapkan para petani mampu mengembangkan penanganan input-input pertanian, meningkatkan produktivitas lahan dan tanaman, menangani masalah pasca panen maupun kelembagaan penunjang seperti pemasaran dan permodalan. Selain itu model ini dapat dijadikan model untuk kebijakan di Simantri Pemda dalam merumuskan kebijakan pembangunan pertanian.

Pelaksanaan Sesuai dengan program pendampingan pengembangan kawasan kopi, maka kegiatan ini kan di Desa Wanagir, Kec. Sukasada Buleleng sebagai kegiatan lanjutan. dampingan program pengembangan kopi ini merupakan zona farming systems lahan kering dataran tinggi beriklim basah. Mata pencaharian penduduk sebagian besar dari sektor pertanian. Lokasi khususnya perkebunan kopi arabika rakyat. Kegiatan dilaksanakan pada TA. 2017.

 

Selengkapnya Hubungi : BPTP Bali