Pengembangan Kawasan Kambing di Provinsi Bali

Peraturan Menteri No.18/PERMENTAN/RC.040/4/2018, tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi, (Permentan, 2018). Untuk pencapaian itu maka fokus penanganan yang semula pada komoditas sapi dan kerbau , menjadi semua komoditas ternak serta mendorong peningkatan daya saing peternak dengan model korporasi. 

Kambing merupakan salah satu ternak yang banyak dipelihara di Indonesia, termasuk Bali. Hampir di seluruh kabupaten terdapat ternak kambing. Saat ini populasi kambing di Bali mencapai 49.118 ekor (2016) terjadi penurunan populasi dari tahun ke tahun. Untuk itu perlu adanya sentuhan teknologi untuk meningkatkan produktivitas.

Tujuan kegiatan adalah untuk 1). Meningkatkan pengetahuan dan sikap peternak terhadap teknologi anjuran. 2). Meningkatkan produktivitas ternak kambing di lokasi pendampingan  Kegiatan dilaksanakan dengan berkoordinasi dengan dinas terkait, stake holder ataupun kelompok. Diseminasi teknologi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam menerapkan teknologi yang dianjurkan. Pendampingan selalu dilakukan dengan mengawal teknologi yang diujicobakan.

Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan bimtek maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan bimtek yang dilakukan cukup efektif karena nilai efektifitas peningkatan pengetahuan sebesar 63,00 % dan nilai efektifitas program yang diperoleh sebesar 78,8 % (> 66,66% = efektif). Setelah dilaksanakan kegiatan bimtek dan dilakukan penilaian kembali (pos tes), maka sikap responden meningkat yang berada pada kategori baik dengan skor penilaian 3,83.

Pertambahan bobot badan kambing pada lokasi pendampingan (0,25 gr/ekor/hari) karena umumnya tidak ditimbang serta adanya perbedaan waktu menyapih pada setiap peternak, hasil ini sedikit lebih rendah dari yang dicapai oleh Kostaman (2005), yaitu 28,3 gr/hari.