Keunggulan Inpari 43 Sehingga Disukai Petani Bali

Varietas-varietas unggul baru (VUB)potensi hasil tinggi yang telah didiseminasikan kepada petani di Bali sejak tahun 2016. Diketahui VUB tersebut dapat meningkat produksi secara signifikan dengan produktivitas lebih dari 7,0 t/ha. Hasil kajian di beberapa Kabupaten/Kota pada tahun 2016 menunjukkan bahwa produktivitas VUB Inpari 16 berkisar antara 7,33 – 11,25 ton/ha, Inpari 20 berkisar antara 8,45 – 9,85 ton/ha, Inpari 28 antara 7,36 – 9,83 ton/ha, Inpari 43 antara 8,25 – 10,29 ton/ha, dan Inpari Blas antara 9,16 – 10,16 ton/ha.

Varietas-varietas unggul baru tersebut dapat direkomendasikan untuk dikembangkan di Bali karena produktivitasnya konsisten setiap tahun. Diantara VUB-VUB potensi hasil tinggi tersebut, Inpari 43 dan Inpari Blas yang paling direkomendasikan karena kedua VUB tersebut memiiki keunggulan lain selain produksi, yaitu tahan terhadap hama dan penyakit utama. Atas rekomendasi tersebut, pada tahun 2017 Inpari 43 telah menjadi salah satu VUB terpopuler di seluruh kabupaten di Bali, sedangkan Inpari Blas belum dapat didiseminasikan secara masif karena keterbatasan benih yang tersedia di pusat penangkaran.

Tahun 2018 Kegiatan Pendampingan Upaya Khusus Padi, Jagung, Kedele (Upsus Pajale) di Bali, selain kegiatan pendampingan, juga dilakukan kegiatan “Gelar Teknologi VUB Padi Tahan OPT” di 6 kabupaten (Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Bangli, dan Karangasem), dan “Gelar Teknologi VUB Jagung” di Kabupaten Buleleng. VUB-VUB padi maupun jagung tersebut merupakan inovasi teknologi terkini dalam upaya mempercepat tercapainya swasembada dan kedaulatan pangan. Kegiatan ini dilakukan menindaklanjuti arahan Kepala Badan Litbang Pertanian agar teknologi-teknologi inovasi lebih cepat diadopsi oleh petani pengguna, sehingga perlu segera disosialisasikan ke masyarakat pengguna.

Menurut testimoni petani, mereka menyukai Inpari 43 karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan varietas-varietas lain yang ada di lapangan. Keunggulan Inpari 43 selain produktivitasnya yang tinggi, 10–13 ton/ha GKP, tekstur nasinya pulen, varietas ini juga tahan terhadap hampir semua OPT utama, seperti tungro, blas, kresek, dan burung dan sesuai untuk semua agroekosistem. Berbeda dengan VUB-VUB lainnya, hanya sesuai ditanam untuk lokasi tertentu saja agar berproduksi baik.

Sebagai contoh Inpari 36, produktivitasnya melebih 7,0 t/ha hanya di Subak Berawan Tangi, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana dan di Subak Penangin, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Sementara itu di kabupaten lainnya, Tabanan, Badung, Bangli, dan Karangasem produktivitasnya masih belum memuaskan disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa VUB, Inpari 36, Inpari 37, Inpari 40, Inpari 43, dan Inpari Blas, yang digelar di kabupaten Jembrana, Bangli, dan Karangasem produktivitasnya masih ada yang belum mencapai 7,0 t/ha, kecuali Inpari 36 di Jembrana, Inpari 37 dan Inpari 43 di Karangasem. 

 

Sumber : Laporan Akhir Kegiatan Pendampingan Upsus Pajale di Propinsi Bali tahun 2018