Formula Ransum Babi Berbahan Ketela Rambat

Masalah yang dihadapi industri babi terutama untuk produksi daging saat ini adalah tingginya biaya pakan akibat tingginya harga biji-bijian (Mereole 2008, 2009) sebagai sumber energi dan protein. Diketahui bahwa biji-bijian menyusun 60-70% pakan babi. Kebutuhan biji-bijian untuk pakan babi juga berkompetisi dengan kebutuhan manusia. Jika ingin mempertahankan  keberlanjutan industri babi, dibutuhkan sumber daya energi alternatif yang murah, berlimpah, harus tersedia, dan tidak berkompetisi dengan kebutuhan manusia.

Daun ketela rambat (Ipomoea batatas) dapat  sebagai  alternatif untuk pakan ternak babi. Berdasarkan hasil analisis daun ketela rambat memberikan sumbangan protein sebesar 20,2% sampai dengan 26,33% dan 14,6% sampai dengan 26 17% bahan kering dari 1 kg daun ubi jalar yang diberikan kepada ternak babi.

Daun ketela rambat merupakan salah satu hijauan yang dapat diberikan kepada babi baik itu babi muda maupun babi dewasa.  Hal ini disebabkan karena kandungan serat kasar pada daun ketela rambat reltif rendah yaitu 15,63% sd 17,3% (Ni Ketut Switari, dkk.2015).  Namun, ternak babi membutuhkan zat-zat makanan lainnya seperti misalnya karbohidrat, lemak, mineral dan vitamin.  Komposisi zat-zat gizi yang dibutuhkan ternak babi akan lebih beragam diperoleh pada bagian umbi dari ubi jalar/ ketela rambat (Ipomoea batatas L.). Nguyen dan Ogle (2004) juga melaporkan bahwa daun ubi jalar mengandung protein kasar sekitar 24-29%.