Melestarikan Keberadaan Tanaman Lempeni

Ardisia Elliptica, merupakan sejenis tanaman semak yang banyak tumbuh di daerah tropis seperti di Indonesia. Oleh penduduk di Bali Khususnya,  tanaman ini disebut dengan nama “Lempeni”.

Ciri-ciri lempeni yaitu memiliki akar tunggal yang kuat dan percabangan yang banyak. daun berbentuk lonjong dengan  agak tebal dengan tekstur halus mengkilat, berwarna merah muda ketika masih muda akan menjadi hijau gelap ketika sudah tua,dan perbungaannya di ketiak (axils) daun berbentuk payung berkembang dengan mahkota warna ungu kemerah-merahan. Bentuk buahnya bulat dan bergerombol mula mula berwarna hijau yang berubah menjadi merah keunguan saat mulai masak.

Karena betuk tajuknya perdu, konon lempeni banyak dijadikan pagar hidup di pekarangan rumah penduduk. Buahnya yang sudah masak, disukai untuk  dikonsumsi karena rasa manis yang dimilikinya. Berbagai sumber juga menyebutkan daun lempeni mempunyai kesamaan dengan acetosal yang berfungsi memperpanjang waktu pendarahan yang dapt digunakan sebagai antiplatelet. Selain kasiat tersebut tanaman ini dapat juga digunakan sebagai antibakteri. Ektract tanaman ini mengandung banyak antioksidant  yang dipercaya dengan mengkonsumsi air rebusan daun lempeni bermanfaat untuk menghambat perkembangan sel kangker dan tumor.

Saat ini tanaman Lempeni saat sudah sangat jarang ditemukan. waktu untuk mencarinya menyusuri tempat-tempat yang sedikit agak jauh, seperti pinggiran kali dan tebing-tebing sungai. Agar keberadaan tanaman tidak punah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali, menjadikan tanaman lempeni sebagai salah satu koleksi Kebun Sumber Daya Genetik (SDG). Saat ini tanaman lempeni yang ditanaman sudah mulai berbuah dan menjadi daya tarik tersendiri  bagi pengunjung kebun SDG BPTP Bali.