Prima Agrihorti, Cabai Rawit Unggul Berproduksi Tinggi

Varietas cabai Prima Agrihorti dipilih BPTP Bali untuk diperkenalkan ke petani. Pertimbangannya karena mempunyai keunggulan daya hasil tinggi yaitu mencapai 20,25 ton/ha.

Saat ini kebanyakan petani masih menanam varietas cabe lokal. Umumnya varietas lokal yang didapatkan berasal dari hasil panen musim tanam sebelumnya. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab rendahnya produksi cabai rawit.

Menteri Pertanian sudah banyak melepas varietas unggul cabai rawit, salah satunya adalah Prima Agrihorti. Varietas ini dihasilkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Akan tetapi belum banyak petani yang mengenalnya.

Varietas Prima Agrihorti berpotensi untuk dikembangkan di daerah dataran tinggi, karena mempunyai adaptasi baik di dataran tinggi. Selain rasanya yang pedas (980 ppm/0,098 %), varietas ini mempunyai buah yang lebat dan memiliki potensi hasil yang tinggi kurang lebih sebanyak 9,64 - 20,25 ton/ha. Umur mulai berbuah varietas ini yaitu 45 – 71 hari setelah tanam. Sedangkan umur mulai panen antara 115 – 149 hari setelah tanam.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali pada Tahun 2017 memperkenalkan varietas cabai rawit Prima Agrihorti dengan membuat Demonstrasi Plot (Demplot) Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) cabai rawit. Lokasinya di Pengembangan Model Pertanian Bio Industri Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Dimana lokasi tersebut merupakan sentra produksi tanaman hortikultura yang salah satunya adalah cabai rawit. (Eko/swk)

 

Artikel selengkapnya baca>>>>