Hama Penyakit Bawang Merah, Atasi dengan KISELA 866

Usahatani bawang merah memiliki risiko yang tinggi, banyak tantangan dan kendala yang dihadapi. Masalah utamanya adalah tingginya intensitas serangan hama dan penyakit (OPT). Penggunaan insektisida kimia yang tidak terkendali dapat menyebabkan hama bawang merah menjadi resisten terhadap insektisida yang digunakan. Penggunaan insektisida kimia juga menyebabkan  kerusakan ekositem sehingga terjadi peledakan populasi hama tertentu.

Salah satu alternatif untuk menggantikan penggunaan pestisida kimia pada tanaman bawang merah yang banyak menimbulkan dampak negatif adalah menggunakan pestisida nabati (bio pestisida). Berbagai jenis tumbuhan dapat digunakan sebagai bio pestisida. Kipahit, serai wangi, dan lengkuas contohnya dapat digunakan sebagai bahan biopestisida. Campuran ketiganya, dengan perbandingan 8 kg kipahit, 6 kg serai wangi dan 6 kg rimpang lengkuas dilapangan lebih dikenal dengan nama KISELA 866.

Berdasarkan Hasil penelitian Balai Penelitian Tanaman Sayuran, KISELA 866 dapat digunakan untuk mengendalikan serangan beberapa OPT bawang merah yakni :  ulat bawang (Spodoptera exigua), Trips (T. Tabacci), bercak daun (stemphylium vesicarium), downy mildew (peronospera destructor), antraknose (Collectrichum gloesporioides), dan bercak ungu (Alternaria porii). Bagaimana cara membuat KISELA 866 ? berikut dijelaskan langkah-langkah pembuatannya:

  1. Untuk pertanaman bawang merah seluas satu hektar dibutuhkan 8 kg daun kipahit, 6 kg daun serai wangi, dan 6 kg akar rimpang lengkuas,
  2. semua bahan dicacah dan dicampur kemudian digiling sampai halus;
  3. tambahkan bahan yang sudah digiling dengan 20 liter air bersih dan diaduk selama 5 menit;
  4. endapkan larutan selama 24 jam;
  5. aplikasi pada tanaman suspensi diencerkan sebanyak 30 kali dengan cara menambah air bersih sebanyak 580 liter sehingga volume ekstrak kasar menjadi 600 liter;
  6. sebagai bahan perata dapat ditambahkan 0,1 gram sabun atau deterjen per 1 liter ekstrak (60 g/600 l ekstrak). 

 

Pustaka

Hasyim, A., W. Setiawati, dan L. Lukman. 2015. Inovasi Teknologi Pengendalian OPT Ramah Lingkungan pada Cabai: Upaya Alternatif Menuju Ekosistem Harmonis. Pengembangan Inovasi Pertanian 8(1): 110.

Ramlan, A. Dan I. S. Noer. 2002. Eksplorasi Informasi Keanekaragaman Jenis, Potensi dan Pemanfaatan Tumbuhan Bahan Pestisida Alami di Propinsi Jawa Barat dan Banten. Berita Biologi 6(3): 393-400

Suryaningsih, E dan A. W. W. Hadisoeganda. 2004. Pestisida Botani untuk Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman Sayuran.Monografi No. 26. ISBN: 979-8304-45-4.Balai Penelitian Tanaman              

Sayuran. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura.Badam Penelitian dan Pengembangan Pertanian.