Ada Hidram Air pun Terus Mengalir

Air merupakan salah satu komponen utama dalam berusaha tani. Sebuah teknologi yang murah dan efektif sangat dibutuhkan untuk mengalirkan air dari sumber ke lahan pertanian.

Irama suara hentakan demi hentakan terdengar jelas di telinga. Suara itu ternyata berasal dari sebuah alat berbentuk tabung yang berdiri tegak di atas tanah. Panjangnya kurang lebih satu setengah meter, dan besarnya kira-kira seukuran paha orang dewasa. Alat itu bernama pompa hidram. Sejenis pompa air tanpa mesin, tanpa bahan bakar, hanya digerakan oleh tenaga aliran air.  

Tahun 2015 BPTP Bali memperkenalkan teknologi pompa hidram kepada petani di Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Karena saat itu diketahui penyebab kegagalan petani dalam berusaha tani terutama pada musim kemarau adalah kekurangan air. Sebenarnya ada potensi berupa sumber air, tetapi letaknya jauh dari lahan petani dan posisinya pun di bawah.

Awalnya, hanya dibangun satu unit pompa hidram di sana. Setelah dirasakan manfaatnya oleh petani, jumlah pompa hidram yang dipasang terus bertambah. Saat ini terhitung sudah terpasang lima unit pompa hidram.  Semenjak ada pompa hidram petani dapat terus menerus berusaha tani tanpa rasa khawatir akan kekurangan air dimusim kemarau. Selain untuk tanaman, air dari pompa hidram juga dimanfaatkan untuk ternak dan kebutuhan rumah tangga petani. (swk)