Manfaatkan Musuh Alami Kendalikan Hama Tanaman

Efek negatif yang terjadi dari penggunaan bahan kimia dalam dunia pertanian yaitu, kerusakan pada lingkungan, keracunan pada ternak, keracunan pada manusia, bahkan pada hama-hama tertentu akan menjadi lebih resisten terhadap pestisida.

Oleh karena mulai diadakan penelitian-penelitian yang mengarah kepada penggunaan jasad hidup untuk penanggulangan kerusakan di dunia pertanian, yang dikenal dengan pengendalian biologi.

Penggunaan musuh alami hama dikatakan lebih efektif karena tidak memerlukan biaya tinggi, tidak mengakibatkan kerusakan alam justru tetap menjaga keseimbangan ekosistem yang ada.

Permasalahannya, bagi petani terutama petani di pedesaan adalah bagaimana cara mengidentifikasi dan melestarikan musuh alami hama dan penyakit. Menurut Gregory C. Luther dan R.Srinivasan dari AVRDC ada dua langkah untuk melestarikan musuh alami.

1. Usahakan minimalkan penggunaan pestisida kimia, karena musuh alami mudah mati jika terkena pestisida kimia.
2. Tanam dan lestarikan tanaman berbunga di dekat/lahan pertanian, karena sari madu dan serbuk sari membantu musuh alami berkembang biak.

Jenis-jenis musuh alami di lahan pertanian:
1. lalat apung biasanya terbang diantara bunga-bunga memakan serbuk sari dan madu, larvanya menjadi predator bagi kutu apis.
2. lalat buas memburu banyak jenis hama     
3. Lalat Perampok dikategorikan sebagai musuh alami karena kebiasaannya merampok makanan yang dibawa oleh hama sekaligus membunuh hama tersebut.
3. Kumbang kubah memangsa kutu apis dan kutu kebul
4. Cecopet bertindak sebagai pengurai dan pemangsa hama
5. Tawon besar  memangsa banyak jenis hama
6. Belalang sembah memangsa banyak jenis hama
7. Laba-laba memangsa hama yang terperangkap oleh  jaringnya