Fisiologi Perpustakaan di Era Globalisasi

Psikologi Perpustakaan merupakan salah satu aspek psikologi yang dihubungkan dengan kegiatan perpustakaan maupun pustakawannya sendiri. Menurut asal katanya psikologi berasal dari bahasa Yunani  “psyche” yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Jadi secara harfiah psikologi berarti ilmu jiwa (Toha Nursalam,1996). Sejalan dengan berkembangnya teori para ahli, secara umum dapat dibilang bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.

Psikologi Perpustakaan sangat erat kaitannya dengan sifat-sifat individu baik secara pribadi maupun sebagai mahluk sosial. Karena seorang pengelola perpustakaan atau pustakawan harus bisa memahami karakteristik pengguna perpustakaan/pemustaka. Mengingat pengguna perpustakaan berasal dari berbagai karakter sehingga kita bisa memberikan pelayanan yang prima, sesuai dengan kebutuhan pengguna itu sendiri. Sering kita jumpai dalam pelayanan perpustakaan beberapa pengunjung yang merasa senang dan merasa dihargai bila diajak berbicara, tetapi ada juga pemakai yang lebih suka dilayani secara cepat tanpa basa-basi, ada pemakai yang pemalu, sehingga perlu kita sapa, namun ada juga pemakai perpustakaan lebih suka mencari informasi tanpa banyak tanya. 

Mengenal kepribadian manusia sangatlah penting dalam mendukung terjalinnya komunikasi informasi. Gordon W. Allport (1897-1967) mendefinisikan bahwa kepribadian adalah organisme dinamis dalam individu sebagai mahluk yang bersifat psikofisik yang menentukan penyesuaian dirinya secara unik terhadap lingkungan. Para ahli sering menyebut kepribadian adalah kesan yang ditimbulkan oleh sifat-sifat lahiriah sesorang. 

Dengan memahami kepribadian pemustaka, komunikasi yang kita bangun akan bisa lebih bersifat personal, sehingga tidak ada kesan bahwa dirinya sebagai seorang tamu di ruang perpustakaan. Seorang Pustakawan juga harus berinteraksi dengan orang lain, misalnya dalam hal pelayanan, kerjasama antar perpustakaan dan yang paling sering terjadi adalah komunikasi dengan atasan ataupun kolega kerja, selain juga memcahkan masaah yang dihadapi. 

Banyak sekali teori psikologi yang bisa dipelajari oleh seorang pustakawan atau pengelola perpustakaan untuk mengembangkan profesinya dalam menghadapi era globalisasi 4.1 dan perkembangan teknologi informasi yang semakin tinggi. Dengan demikian seorang pustakawan atau pengelola perpustakaan tidak mengalami kesulitan dalam melayani pemustaka dari berbagai latar belakang dan karakter yang berbeda.

 

Penulis : I Gusti Ngurah Penatih, S.Sos