Pengendalian Diplodia Pada Jeruk

Diplodia merupakan salah satu penyakit paling berbahaya pada tanaman jeruk (Citrus sp). Penyakit ini dikenal 2 (dua) macam yaitu diplodia basah dan diplodia kering. Keduanya sama-sama disebabkan oleh jamur Botryodiplodia theobromae Pat.

Perbedaan dari diplodia basah dan kering ini terlihat dari gejala serangannya apabila batang, cabang atau ranting yang terserang mengeluarkan getah/lem/blendok berwarna kuning keemasan dan pada stadia lanjut kulit tanaman jeruk mengelupas maka dapat dipastikan yang menyerang adalah Diplodia basah Dan Apabila kulit batang, cabang tanaman jeruk yang terserang mengering tanpa mengeluarkan getah/lem/blendok. Pada bagian celah kulit terlihat adanya massa spora jamur berwarna putih atau hitam maka yang menyerang adalah Diplodia kering.

Diplodia dapat dikendalikan  dengan beberapa cara diantaranya yaitu,

1. Secara Kultur teknis

Pengendalian secara kultur teknis adalah cara pengendalian dengan memberi perlakuan teknis pada tanaman melalui pemotongan pohon / cabang / ranting yang terserang berat, membuang kulit yang terinfeksi sedang dan membersihkan kulit yang terinfeksi ringan serta membersihkan lingkungan dari gulma. Cara kultur teknis lainnya yaitu,  Mengurangi kelembaban kebun dengan mengatur jarak tanam dan pemangkasan, Penjarangan buah, Menghindari pelukaan terhadap akar maupun batang pada waktu penyiangan. Perlakuan pembersihan dengan menggosok batang tanaman, agar batang semakin halus. Pemupukan berimbang, dan Menjaga agar pengairan tetap baik.

2. Cara mekanis / fisis

Memotong / membuang bagian bagian kulit batang tanaman yang sakit, termasuk 1-2 cm bagian kulit sekitarnya yang sehat, kemudian diolesi dengan bahan penutup luka (karbolineum parafin, fungisida – thrusi), Mengumpulkan sisa - sisa tanaman dan memotong cabang - cabang yang terserang penyakit berat, kemudia dibakar, Membongkar tanaman yang terserang berat dan dibakar.

3. Biologi

Mengunakan agens antagonis Trichoderma spp., Gliocladium spp., Pseudomonas fluorescens dan dilanjutkan dengan Bacillus subtilis yang telah dicampur dengan pupuk kandang/kompos, setelah kulit dikupas.

3. Genetika / Varietas Tahan

Varietas tahan belum ada. Varietas yang agak tahan (agak toleran) adalah Pandanwangi (cikoneng), jeruk manis, dan jeruk grape fruit.

5. Kimia

a. Mengoleskan bubur California atau fungisida yang efektif berbahan  aktif metal tiofanat dan siprokonazol pada bagian kulit batang / ranting tanaman yang sakit

setelah dibersihkan lebih dulu

b. Menjaga alat pertanian : pisau, gunting pangkas maupun gergaji atau alat lainnya, selalu dicuci bersih dan diolesi kapas yang dibasahi dengan alkohol 70% atau Clorox 0,5 %  sebelum dan sesudah digunakan.

Pustaka:

1.  Penyakit Penting Pada Tanaman Jeruk. http://cerianet Agricultur.blogspot.com/2009/02.

2. Penyakit Diplodia.  http://z47d.wordpress.com/2010/04/18

3. Sunanjaya, 2009.  Materi Pelatihan Pengendalian Diplodia Pada tanaman Jeruk