Probiotik BIO-L Khusus Unggas Petelur Tingkatkan Produksi Telur

Para peternak unggas sering dihadapkan masalah pakan, yang harganya sering naik tanpa diimbangi dengan kenaikan harga produksi secara memadai. Harga pakan yang sering dirasakan mahal disebabkan antara lain karena sebagian masih dipenuhi dari import, seperti jagung, kedelai dan tepung ikan. Karena itu perlu upaya mencari bahan-bahan penyusun ransum alternatif yang harganya lebih murah. Disamping itu perlu upaya untuk meningkatkan produktivitas dan atau menekan konsumsi pakan.

Penggunaan probiotik merupakan upaya untuk meningkatkan produktivitas dan atau meningkatkan efisiensi penggunaan pakan sehingga meningkatkan keuntungan usaha. Probiotik merupakan mikroorganisme yang hidup dalam makanan suplemen yang memiliki efek menguntungkan dalam tubuh dengan meningkatkan keseimbangan mikro organisme dalam saluran pencernaan.

Probiotik Bio-L merupakan probiotik temuan peneliti BPTP-Bali yang diarahkan khusus untuk unggas petelur seperti ayam ras, ayam buras, itik, dan puyuh petelur. Dengan ditemukannya probiotik untuk unggas petelur ini, diharapkan akan dapat membantu para petani guna meningkatkan keuntungan usahanya.  Penggunaan probiotik ini akan dapat meningkatkan produktivitas, menekan angka kematian, menekan konsumsi pakan serta mengurangi bau kotoran.

Manfaat pemberian probiotik  (Bio-L) pada unggas petelur dapat memberikan beberapa manfaat, antara lain:
- Untuk meningkatkan produktivitas telur
- Menekan angka kematian
- Menghemat penggunaan pakan
- Mengurangi bau kotoran

Probiotik unggas yang diproduksi BPTP-Bali untuk ayam petelur (Bio-L) ini berbentuk cair, yang didalamnya mengandung beberapa jenis mikroba yang diisolasi dari intestinum ayam petelur (layer) terseleksi, antara lain Lactobacillus serta ditambah dengan beberapa zat perangsang reproduksi dari bahan alami (organik).

Menurut hasil penelitian yang dipimpin oleh Suprio Guntoro (Peneliti BPTP Bali) penggunaan probiotik (Bio-L) pada ayam petelur yang tingkat produktivitas awalnya 80% dapat meningkatkan produksi telur rata-rata sekitar 5%. Sedangkan pada ayam-ayam yang produktivitas awalnya  sudah di bawah 80%, pemberian Bio-L dapat meningkatkan produktivitas telur hingga 8% atau lebih.

Pemberian Bio-L juga menyebabkan meningkatnya berat telur antara 4-8 gram per butir. Dipihak lain konsumsi pakan tidak bertambah, justru sedikit berkurang, sehingga penggunaan pakan menjadi lebih efisien. Karakter fisik telur tidak terpengaruh oleh pemberian Bio-L, namun komposisi kuning telur sedikit mengalami peningkatan. Hasil analisa laboratorium menunjukkan bahwa pemberian Bio-L menyebabkan turunnya kadar kolesterol hingga 33%.