Penggunaan Bagan Warna Daun Jagung


 

Bagan Warna Daun (BWD) JAGUNG

Bagan Warna Daun berguna untuk Identifikasi Gejala Kekurangan Hara pada Tanaman. Gejala Kekurangan Unsur Hara pada tanaman Jagung dapat diketahui dengan cara mengamati warna daunnya, antara lain sebagai berikut: 

Gejala kekurangan Nitrogen (N)

- Ujung daun berwarna kuning dan melebar menuju tulang daun.

- Warna kuning membentuk huruf V.

- Gejala sangat nampak pada daun bagian bawah.

Gejala Kekurangan P

- Daun berwarna ungu – kemerahan mulai dari ujung ke pangkal daun.

- Gejala nampak pada daun bagian bawah.

Gejala kekurangan K

- Daun berwarna kuning.

- Bagian pinggir biasanya berwarna coklat seperti terbakar, tulang daun tetap hijau.

- Gejala warna kuning membentuk huruf V terbalik.

- Gejala nampak pada daun bagian bawah.


Gejala kekurangan S
- Pangkal daun berwarna kuning.

- Gejala nampak pada daun yang terletak dekat pucuk

Cara Pengamatan Sebagai Berikut:

  1. Daun yang akan dipantau warnanya adalah daun yang telah terbuka sempurna (daun ke 3 dari atas). Pilih 20 tanaman secara acak pada setiap petakan lahan (+ ...... ha).
  2. Lindungi daun yang akan dipantau warnanya dengan cara membelakangi matahari, sehingga daun atau alat BWD tidak terkena matahari langsung agar penglihatan tidak silau.
  3. Daun diletakkan di atas BWD. Bagian daun yang dipantau adalah sekitar 1/3 dari ujung daun, kemudian warna daun dibandingkan dengan warna BWD, skala yang paling sesuai dengan warna daun dicatat. BWD mempunyai nilai skala 2 - 5. Jika warna daun berada di antara skala 2 dan 3 gunakan nilai 2,5; di antara 3 dan 4 gunakan nilai 3,5; dan di antara 4 dan 5 gunakan nilai 4,5.
  4. Rata-ratakan nilai skala dari 20 daun yang diamati. 

Contoh Pemupukan N berdasarkan hasil Pengamatan Bagan Warna Daun  (BWD) 

Tabel Takaran Pupuk Urea Sesuai BWD Jagung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemupukan N (urea) pada tanaman jagung dilakukan secara bertahap, yaitu:

  1. Awal pertanaman (+ 7 hari setelah tanam), tanaman dipupuk N (urea) sebanyak 50 kg N (111 kg urea) per ha bersamaan dengan pupuk P dan K sesuai      rekomendasi setempat.
  2. Pada umur 28 - 30 hari dipupuk lagi sebanyak 75 kg N (167 kg urea) per ha.
  3. Pada umur 40 - 50 hari setelah tanam (tergantung varietas) dilakukan pemantauan warna daun menggunakan BWD
  4. Tambahan pemberian pupuk urea berdasarkan hasil pemantauan segera dilakukan, dengan takaran disesuaikan seperti pada Tabel 1.

    Sumber: BALAI PENELITIAN TANAMAN SEREALIA, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian

 

Unduh petunjuk lengkap klik disini