BPTP Bali Siapkan SDM Untuk Diseminasikan Teknologi Kopi

Sukabumi - Kopi merupakan komoditas ekspor, penyumbang devisa negara, dan sumber pendapatan petani Tercatat Indonesia sebagai penghasil kopi terbesar ke tiga di dunia, dengan jumlah produksi tahun 2018 sebesar 722.461 ton, dengan produktivitas rata-rata 782 kg/ha. 

Provinsi Bali sendiri komoditas kopi memiliki prospek yang bagus untuk lebih dikembangkan dan ditingkatkan produktivitas maupun kualitasnya.

Menurut Kepala BPTP Bali, Dr. I Made Rai Yasa dengan pengelolaan yang baik dan sentuhan Inovasi kopi di Bali akan memiliki produktivitas dan nilai ekonomis yang tinggi. "dengan demikian pendapatan petani kopi pun akan meningkat lagi" jelasnya. 

Berdasarkan pemikiran tersebut Kepala BPTP Bali bertekad untuk memperluas inovasi teknologi kopi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian di Bali. Hari Selasa 30 Juli 2019, dirinya menugaskan seorang Penyuluh Pertanian di BPTP Bali untuk mengikuti, bimbingan teknis Teknologi Budidaya Kopi yang diselenggarakan oleh Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, Badan Litbang Pertanian. Harapannya Penyuluh yang ditugaskan selesai bimtek mampu mediseminasikan Inovasi teknologi Balitbangtan kepada petani kopi di Bali.

Tidak hanya pada komoditas Kopi selanjutnya menurut kepala BPTP Bali akan ditugaskan Penyuluh, Peneliti maupun Litkayasa yang lain untuk mengikuti bimtek di Balai maupun Pusat Penelitian.

Sementara itu menurut Putu Sweken (Penyuluh Pertanian) yang telah mengikuti Bimtek Budidaya Kopi mengakui bahwa bimtek yang diikuti sangat bermanfaat bagi dirinya sebagai seorang Penyuluh pertanian yang bertugas mendampingi petani dalam menerapkan inovasi teknologi. "Materi bimtek yang diberikan sangat menarik, mulai dari teknologi perbanyakan kopi, pemeliharaan sampai pasca panen, semua diajarkan oleh Narasumber yang kompeten dari Balitri" jelasnya.

Ditanya rencana ke depan Sweken mengatakan siap mendiseminasikan semua materi bimtek yang didapatkan kepada petani kopi di Bali.