Manggis dan Durian Berpotensi di Kembangkan di Petang

Badung – Hari Rabu, 31 Juli 2019 bertempat di Kantor Desa Petang Badung telah dilaksanakan Focus Grup Discussion tentang potensi dan permasalahan pengembangan tanaman manggis dan durian di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Yang dihadiri Kepala BPTP Bali beserta stafnya, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, SKPD terkait, PPL, Petani serta Pengurus empat Subak Abian yang ada di Desa Petang.

Menurut Kepala BPTP Bali Dr. I Made Rai Yasa dari hasil FGD diketahui masih banyak inovasi di bidang teknis dan kelembagaan yang dibutuhkan untuk meningkatkan Produktivitas, pemasaran, sehingga berujung pada meningkatnya pendapatan petani.

Disampaikan juga dari hasil indentifikasi ditemukan adanya Sumber Daya Genetik tanaman durian, yang oleh petani setempat disebut Durian Kebo. Dimana cirinya daging buah tebal dan bijinya tipis. “Durian kebo ini sangat potensial untuk dikembangkan dan ke depan perlu didaftarkan sebagai varietas SDG daerah ini” ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan tanaman manggis dan durian kepala BPTP Bali juga mengaku akan menyiapkan SDM yang kompeten di bidang Hortikultura. “ Kami berencana SDM kami akan dilatih terlebih dahulu di Balit atau Puslit sehingga siap mendampingi petani hortikultura di Bali, termasuk di Kecamatan Petang, Badung ini” jelasnya.

Senada dengan Kepala BPTP Bali terkait dengan prospek pengembangan ke depannya, Kepala Balai Karantina Pertanian Bali menyampaikan bahwa manggis dan durian sangat prospektif untuk dikembangkan di wilayah Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Disebutkan juga bahwa tahun 2018 telah diekspor sekitar 4.000 ton manggis dari Bali. “Kami harapkan ke depan, Kecamatan Petang ikut mendongkrak peningkatan ekspor manggis Bali” ujarnya.