BPTP Cari Model Usahatani Untuk Lahan Tadah Hujan

Tabanan- Lahan tadah hujan memiliki potensi yang besar sebagai pendukung produksi pangan di Indonesia. Akan tetapi pengairannya yang sangat ditentukan oleh curah hujan menjadi faktor pembatasnya. Risiko kekeringan sering terjadi terutama pada saat musim kemarau. Kabupaten Tabanan walaupun dikenal sebagai lumbung pangannya Provinsi Bali, ternyata masih memiliki lahan tadah hujan yang setiap tahunnya berpotensi semakin meluas. Seperti diketahui selama ini produktivitas tanaman di lahan tadah hujan masih tergolong sangat rendah, tentunya hal ini akan berpengaruh besar terhadap total produksi pangan di Kabupaten Tabanan. 

Menurut Dr. Made Rai Yasa, Kepala BPTP Bali lahan tadah hujan di Tabanan masih bisa ditingkatkan produktivitasnya yaitu dengan menerapkan Inovasi Teknologi Pertanian Sfesifik lokasi. Dalam rangka menemukan sebuah model usahatani yang ideal untuk diterapkan oleh petani di lahan tadah hujan, BPTP Bali melaksanakan Survey usahatani terhadap petani di lahan tadah hujan Subak Babakan Anyar, Tempek Betenan, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. hari Kamis, 4 Oktober 2018. Acara Survey hari itu dilaksanakan bersama dengan BP3K Kec. Selemadeg Timur, PPL, Pekaseh, Petani, Peneliti, Penyuluh, Litkayasa BPTP Bali dan Mahasiswa Magang dari Universitas Udayana.