Jelang Lebaran Petani Bali Makin Giat Tanam dan Panen Padi

Tabanan— Menjelang lebaran 2018 Petani di Bali kian giat menanam dan memanen padi. Berdasarkan laporan liaison officer (LO) Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai (Upsus Pajale) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali, Senin (5/6/2018), petani memanen padi di lahan 89,29 hektare dari potensi 195 hektare.

Kegiatan tersebar di tiga kabupaten. Di Subak Tibubeleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, petani memanen padi seluas sembilan hektare dari potensi 100 hektare. Petani menggunakan varietas Inpari 43 dengan produktivitas 8,2 ton per hektare. 

Panen di Kabupaten Badung dilakukan di dua titik. Di Subak Liplip, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, panen berlangsung di lahan 51 hektare. Lokasi kedua berada di Subak Canggu, Desa Canggu, di mana panen berlangsung di lahan 29 hektare. Kedua lahan menggunakan varietas Ciherang, produktivitas 7,8 ton per hektare.

Selanjutnya di Subak Medahan, Desa Bunutin, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Dari potensi 15 hektare, panen dilakukan di lahan 0,29 hektare. Petani menggunakan varietas hibrida dengan produktivitas 6,5 ton per hektare.

Sementara itu, di demfarm Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) seluas 17 hektare di Subak Guama, Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, dilakukan tanam bersama. Kegiatan dihadiri Kasi Produksi Dinas Pertanian Tabanan, Petugas BP3K Kecamatan Marga, Babinsa, POPT, PPL, Kepala Desa, pekaseh, petani, serta BPTP Bali.

 

Penanggung Jawab (Pj) UPBS BPTP Bali, Anak Agung Bagus Kamandalu, menerangkan, pelaksanaan tanam bersama menggunakan enam varietas padi. Yakni, Inpari 30, Inpari 43, Cibogo, Bundoyudo, Cigeulis, dan Ciherang. "Sampai hari ini, varietas padi yang sudah ditanam adalah varietas Bundoyono, Cibogo, Inpari 43, dan Inpari 30," bebernya.

 

Kepala BPTP Bali, Dr. I Made Rai Yasa, menambahkan, UPBS bertujuan memenuhi kebutuhan benih padi bermutu petani Bali. "Selain itu, juga sebagai media diseminasi inovasi teknologi dengan menerapkan inovasi teknologi pengelolaan tanaman terpadu (PTT) dan sistem tanam jajar legowo dua banding satu pada demfarm," tutupnya.