BPTP Bali Dan Banjar Adat Kaji Pupuk Cair dari Limbah Pantai

Denpasar – Sebagai daerah destinasi wisata, Provinsi Bali memiliki beberapa pantai yang menarik untuk dikunjungi wisatawan. Pantai sanur merupakan salah satunya yang berada di Wilayah Kota Denpasar. Sebagai tempat yang banyak dikunjungi wisatawan tentunya sampah menjadi masalah besar dalam mempertahankan keindahan dan kebersihan pantai. Beranjak dari permasalahan tersebut menggerakkan hati anggota Banjar adat Dauh Peken, Intaran, Sanur untuk mengolah sampah pantai menjadi produk-produk yang bermanfaat.  Banjar adat merupakan organisasi kemasyarakatan di Bali yang memiliki batas-batas wilayah dan kewenangan. Posisi Banjar adat berada di bawah Desa Adat.

Didampingi oleh Profesor Leonardi Tenawijaya yang akrab di panggil John Leo, Banjar Adat Dauh Peken, Sanur, mencoba mengolah sampah pantai menjadi pupuk organik cair. Menurut John Leo dirinya ingin bekerjasama dengan BPTP Bali menguji pupuk organik cair, yang mereka beri nama “Bali Kabinawa”, karena percaya BPTP Bali memiliki komitment dalam mengkaji setiap teknologi Inovasi. “Kami harapkan nantinya ada rekomendasi hasil pengkajian untuk pupuk buatan kami sehingga dalam penyebarannya nanti kami merasa lebih percaya diri” ujar Profesor John Leo.

Hal senada disampaikan Kelian Banjar Adat Dauh Peken, I Made Sunarta, bahwa dirinya dan anggota Banjar lainnya akan menerima apapun hasil kajian dari BPTP Bali terkait pupuk organik cair Bali Kabinawa. “ Pada intinya kami ingin menghasilkan produk yang baik dan mampu meningkatkan pendapatan anggota banjar, serta memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya petani" Katanya. 

Sementara itu Kepala BPTP Bali dalam sambutannya Senin, 14 Mei 2018 mengatakan bahwa sejak tahun 2017 kerjasama yang dilakukan BPTP Bali dan Banjar adat Dauh Peken, Sanur sudah berjalan dengan baik. BPTP Bali telah melakukan kajian-kajian pada beberapa komoditas dan hasilnyapun sudah diketahui. “ beberapa komoditas yang diujicobakan memberikan hasil yang positif. Padi, jagung, dan cabai rawit yang diaplikasikan pupuk cair Bali Kabinawa menunjukkan respon yang baik akan tetapi hasilnya belum maksimal, perlu diuji lebih lanjut di tahun 2018 ini “ Tambahnya.