Gula Semut, Prioritas Kegiatan Pascapanen di TTP Tabanan

Tabanan – Mengawali 2018 ini, Taman Teknologi Pertanian (TTP) Bali yang berlokasi di Desa Sanda, Tabanan akan menuju tahap mengolah hasil-hasil pertanian yang dinahkodai oleh Ibu-Ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi.

Dalam hal pengolahan pascapanen, aktivitas yang akan diprioritaskan adalah memantapkan pengolahan gula aren kristal (gula semut) yang telah berjalan dengan quality control yang lebih baik, sehingga akan didapatkan hasil gula kristal dari nira aren yang seragam. ”Warna dan tampilan fisik kristal gula aren semut yang diproduski oleh KWT sudah baik, perlu dipertahankan, dan dalam waktu dekat ini kemasan produk akan di matangkan.” Ujar Dr. Ni Wayan Trisnawati (BPTP Bali), saat sosialisasi kegiatan di Kantor Desa Sanda, Tabanan, kamis (25/01/2018).

Menurut Ni Ketut Srinadi, ketua KWT Srikandi, produk gula semut besutan mereka telah mendapat izin P-IRT dari Dinas Kesehatan setempat. Bahkan dalam kesempatan lain, gula semut mereka telah mendapat order dari beberapa minimarket di sekitar Tabanan. Namun menurut Srinadi, hingga saat ini KWT masih berusaha untuk terus memperbaiki kualitas dengan pengemasan dan labelling produk yang lebih baik dengan bantuan BPTP Bali.

Selain pengolahan gula semut, TTP Tabanan juga akan mengolah kopi yang diperkirakan akan panen di pertengahan tahun ini. Dalam hal ini Dr. Ni Wayan Trisnawati, menjelaskan bahwa pengolahan kopi akan difokuskan pada perbaikan proses fermentasi dan pembuatan green coffee. Produk olahan tambahan yang direncanakan akan menyusul adalah susu kambing. (sig)