Panen Perdana Salibu di Bali, Produktivitas diatas 7 ton

Buleleng - Sekali tanam 3 sampai 5 kali panen padi, tentunya bisa menghemat tenaga kerja dan waktu. Hal tersebut yang menjadi pertimbangan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng menerapkan teknologi salibu pada padi. Salibu berasal dari kata “salinan ibu” yang artinya tanaman yang sudah panen, dipotong dan diharapkan anakan yang tumbuh dapat berproduksi kembali.

Demplot salibu seluas 17 hektar di Subak Bukit Telu Bawah, Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng telah siap dipanen. Untuk membuktikan produktivitasnya dilakukan panen Hari ini 11 Januari 2018 seluas satu hektar. Hasilnyapun sangat memuaskan. Diketahui dari satu hektar padi Varietas IR 64 dengan menerapkan teknologi salibu produktivitasnya sebesar 7,04 ton Gabah Kering Panen (GKP).

Panen perdana dihadiri oleh  Kepala BBPP Ketindan selaku Penanggung Jawab Upsus di Bali, Distan TPH Bun Provinsi Bali, Dinas Pertanian Buleleng, BPTP Balitbangtan Bali, TNI Kepolisian, pekaseh dan petani.

Kepala BBPP Ketindan Dr. Kresno Suharto dalam arahannya menyampaikan agar teknologi system tanam salibu terus dikembangkan sehingga mendapatkan produksi yang optimal.

Sementara itu Kepala BPTP Balitbangtan Bali Dr. I Made Rai Yasa mengatakan teknologi salibu cocok untuk diterapkan mendukung program upsus di Bali dan perlu di coba di Kabupaten lain karena telah terbukti di Kabupaten Buleleng dengan menerapkan teknologi salibu produktivitas padi bisa di atas 7 ton.