Di Cuaca Cerah, Panen Padi Di Bali Makin Meluas

Langit di Bali hari ini tampak cerah, secerah wajah petani yang sedang memanen padi.  Berbeda dengan hari sebelumnya terkadang hujan turun sepanjang hari, akan tetapi petani tetap memanen padi mereka. Tim Pendamping Upsus Pajale BPTP Balitbangtan Bali melaporkan, hari ini 9 Januari 2018 terpantau  seluas 88,16 hektar dari potensi seluas 237 hektar sawah yang siap panen padinya. Panen tersebar di Sembilan Subak pada lima Kabupaten di Bali. Di Kabupaten Gianyar dan Karangasem tampak beberapa petani sudah menggunakan Combine Harvester untuk memanen padi.

Kepala BPTP Balitbangtan Bali, Dr I Made Rai Yasa mengatakan bahwa menurut pemantauannya hari ini merupakan panen yang terluas dari sebelumnya.” Hal ini disebabkan karena kondisi cuaca yang mendukung sehingga petani ingin cepat-cepat memanen” ujarnya menambahkan.

Sembilan Subak sedang panen di Bali yang dimaksud yaitu;

Kabupaten Badung, yang merupakan Centralnya Pariwisata Bali hari ini panen di dua subak yaitu yang pertama di Subak Umapoh Desa Dauh Yeh Cani Kecamatan Abiansemal. Dari luas potensi panen 15 hektar dipanen seluas 15 hektar. Varietas yang dipanen Ciherang, dengan produktivitas 4,5 ton/ha. Yang ke dua di Subak tegal, Desa Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta utara dari potensi 20 ha hari ini dipanen seluas 5 hektar. Varietas yang dipanen Ciherang dengan provitas 7,8 ton/ha. 

Kabupaten Tabanan yang disebut sebagai lumbung berasnya Bali hari ini terpantau ada dua subak pula yang sedang melaksanakan panen yaitu Subak Pangkung Lengkuas Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur dari potensi 15 ha yang dipanen hari ini seluas 12 ha. Varietas yang dipanen adalah singkil dengan produktivitas 8,03 ton/ha. Selanjutnya di Subak Kelepud, Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur, dari potensi 122 ha dipanen hari ini seluas 2 hektar. Varietas yang dipanen Ciherang dengan produktivitas 6,49 ton/ha.

Kabupaten Gianyar yang mendapat julukan kota seni hari ini panen terpantau panen di Subak Pasekan, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar dari potensi 7 ha, hari ini dipanen 4 hektar varietas yang dipanen ciherang dengan 5,5 sampai 6,5 ton/ha. Panen satunya lagi Subak Belong, Desa Taro, Kecamatan Tegalalang dari potensi panen 4 hektar yang dipanen seluas 16 are. Varietas yang dipanen Varietas “Mansur” (Varietas Lokal) dengan produktivitas 7,2 ton per hektar.

Di Kabupaten Karangasem yang merupakan daerah yang sedang terdampak dari erupsi gunung Agung petaninya tidak mau ketinggalan dengan daerah lain di Bali. Subak Rendang Arca tempek tuug kangin, Desa Rendang, Kecamatan Rendang, yang berjarak kurang lebih 12 kilometer dari gunung agung hari ini panen seluas 5 hektar dari potensi panen seluas 9 hektar. Varietas yang dipanen adalah padi lokal yang petani setempat disebut dengan nama padi “Cicih Seraya” provitasnya pun cukup tinggi untuk jenis padi lokal yaitu 9,1 ton per hektar.  Selain itu di Karangasem panen juga di Subak Kuum Cangah, Desa Kuum Tumbuh, Kecamatan Karangasem potensi 11 hektar luas panen hari ini 9 hektar. Varietas yang dipanen Cigelis dengan provitas 7,3 ton per hektar. 

Yang terakhir adalah di Kabupaten Kelungkung terpantau ada satu subak yang panen yaitu di Subak Akah Tempek Uma Dalem Desa Akah, Kecamatan Kelungkung dengan potensi panen seluas 34 hektar dipanen seluas 16 hektar. Varietas yang dipanen adalah Inpari 30 dengan produktivitas 6,8-7 ton/ha.