Geliat Petani Memanen Padi di Kota Seni

Kota Seni, adalah julukan yang diberikan untuk Kabupaten Gianyar Bali. Dari sini beragam karya seni telah tercipta. Seni menjadi sumber kehidupan masyarakatnya. Walaupun mendapat gelar kota seni, Gianyar tidak pernah meninggalkan dunia pertanian. Hari Minggu 7 Januari 2018 petani di empat Subak di Gianyar tampak giat memanen padi.

Laporan Panen hari ini dari petugas pendamping Upsus Pajale BPTP Balitbangtan Bali, Luas panen di Kabupaten Gianyar 44 ha, dari potensi 83 ha. Lebih lanjut dilaporkan beberapa petani sudah menggunakan Combine Harvester untuk memanen padi.

Menurut Kepala BPTP Balitbangtan Bali I Made Rai Yasa memang sebagian besar petani di Kabupaten Gianyar sudah menerapkan Inovasi teknologi Balitbangtan dalam usaha tani padi. Seperti penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB), Sistem Tanam Jajar legowo, dan Penggunaan Alsintan.

Adapun empat subak yang dilaporkan memanen padi hari ini di Kabupaten Gianyar adalah;

1).Subak Tangieng, Desa Bona Kecamatan, Blahbatuh dengan luas potensi panen 16 ha dipanen seluas 10 ha. Varietas yang digunakan Cigelis dengan produktivitas 7,4 ton/ha.

2).Subak Ume Tundun Kasian, Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, dari luas potensi panen 24 ha dipanen seluas 13 ha. Varietas yang digunakan adalah Ciherang dengan produktivitas 6.8 - 7 ton/ha.

3). Subak Pinda, Desa Pinda Kecamatan Blahbatuh Luas potensi panen 24 ha di panen 19 ha. Varietas yang digunakan Cigelis dengan produktivitas 6.7 - 7 ton/ha.

4). Subak Dangin Umah,Desa Batubulan Kangin,  Kecamatan Sukawati. Luas potensi panen 19 ha dipanen hari ini seluas 2 ha. Varietas yang digunakan Ciherang dengan produktivitas 7.8 ton/ha.

Dilaporkan juga panen di setiap lokasi hari ini selalu bersama Petugas, UPTD, PPL, Petugas dari BPTP Balitbangtan Bali, Kelompok Panen Padi (Sekehe Manyi) dan Petani.