Gunung Agung Erupsi, Petani Masih Bisa Memanen Padi

Dampak erupsi Gunung Agung dirasakan petani di Kabupaten Karangasem-Bali, berupa hujan abu vulkanik yang dapat mengakibatkan kerusakan pada tanaman. Meskipun demikian petani di daerah terdampak tetap masih bisa memanen padi mereka.

Menurut I Wayan Berata, Kelian Subak Gantalan 1 Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem mengatakan bahwa daerahnya termasuk Kawasan Rawan Bencana 1. Luasan potensi panen di Subak Gantalan adalah 76 hektar. Lebih lanjut I Wayan Berata menjelaskan bahwa lebih dari 70 persen petani di daerahnya sudah menerapkan Inovasi Teknologi Pertanian yaitu dengan sistem Jajar Legowo 2:1 dan penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB).

Varietas padi yang ditanam di Subak Gantalan adalah Inpari 30 dengan produktivitas 8 ton per hektar. “ daerah kami merupakan KRB 1 dan terkena kerap kali terkena hujan abu vulkanik, akan tetapi produksi padi di sini masih normal” ujarnya menambahkan.   

Lokasi panen ke-dua di Kabupaten Karangasem adalah Subak Rendang Arca Desa Rendang, Kecamatan Rendang.  Petugas Penyuluh lapangan Desa Rendang Ketut Putrajaya menjelaskan dari potensi luasan panen 27 hektar yang siap panen hari itu baru seluas 8 hektar dengan Produktivitas 5,9 ton/hektar.

Hadir dalam acara panen di Subak Rendang dan subak Gantalan Dinas Pertanian serta Jajarannya, BPTP Balitbangtan Bali, PPL, Babinsa dan Kelian Subak, serta Petani.