Panen Padi Demplot Biosilika di Bali

DENPASAR - Hari Jumat (22/12), Balai Besar Litbang Pasca Panen Pertanian melaksanakan panen padi demplot pengujian biosilika di Subak Lungatag, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar-Bali.

Balai Besar Litbang Pasca Panen Pertanian (BB Pasca Panen) dan Dinas Pertanian (Di stan) Kota Denpasar telah menandatangani nota kesepahaman penerapan biosilika pada tanaman padi di Kota Denpasar. Penerapan biosilika pada tanaman padi dilakukan karena padi merupakan salah satu tanaman yang boros akan senyawa silika.

Biosilika merupakan  senyawa yang dibuat dari arang sekam yang memiliki fungsi untuk menguatkan jaringan tanaman sehingga lebih tahan dari serangan Organisme Pengganggu Tanaman. Selain itu juga mengandung hara yang dibutuhkan tanaman.

Panen padi demplot biosilika di Subak Lungatad disaksikan oleh Penanggung Jawab Upsus Provinsi Bali, Dr. Drh. Kresno Suharto MP, Kepala Bidang Program dan Evaluasi serta Perwakilan Peneliti dari BB Pasca Panen, Kepala Seksi Kerjasama dari BPTP Bali, Kepala Seksi Prasarana, Sarana dan Penerapan Teknologi dan Penyuluh Distan Kota Denpasar, Babinsa dan petani Subak Lungatad.  

Hasil panen ubinan diketahui, tanaman padi varietas Ciherang yang diberi biosilika produksinya mencapai 9,57 ton/hektar Gabah Kering Panen (GKP). Sedangkan Padi dengan varietas yang sama tanpa diberi biosilika hasil panennya hanya mencapai 7,62 ton/hektar GKP. Hal ini berarti pemberian biosilika mampu meningkatkan produktivitas padi 1,95 ton/hektar GKP, atau setara 25,5% per hektar. 

Kepala Bidang Program dan Evaluasi BB Pasca Panen, Hoerudin SP, M Foodst, Phd mengatakan keberhasilan penerapan Bio Silika ini merupakan wujud hadirnya inovasi baru dari Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani padi. (swk)