Campuran Tepung Indigofera Mampu Tekan Biaya Pakan Ayam KUB

Denpasar - Pakan merupakan masalah utama dalam peternakan, termasuk peternakan ayam. Hampir 70% dari biaya usaha peternakan umumnya untuk kebutuhan pakan, karena seperti diketahui bahwa penggunaan pakan konsentrat yang merupakan campuran bahan pakan harganya mahal. Dengan memanfaatkan substitusi tepung indigofera yang memiliki kandungan protein tinggi (mencapai 24-27%) pada pakan ternyata mampu mengurangi biaya pakan yang dibutuhkan.
Indigofera merupakan tanaman jenis leguminosa yang memiliki nutrisi tinggi. Bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak ruminansia seperti sapi dan kambing. Bentuk pohon sedang dan tumbuhnya tegak. Tahan kekeringan dan mudah beradaptasi. Indigofera biasanya diperbanyak dengan biji.
Seperti pada kegiatan kajian BPTP Bali yang dilaksanakan di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku Kabupaten Bangli. Campuran pakan dengan komposisi 10% tepung indigofera, 35% dedak padi, 40% jagung dan 15% konsentrat pabrik mampu menekan biaya pakan.
Setelah dilakukan pengukuran berat badan diketahui pemberian tepung indigofera untuk ayam kampung unggul Balitbangtan (KUB) sampai fase grower umur 12 minggu memberikan bobot rata-rata 800 g – 1000 g/ekor sedangkan umur 16 minggu bobot rata-rata mencapai 1.100 g - 1.400 g/ekor. Dari segi pertumbuhan tidak terlalu kelihatan perbedaannya dengan ayam yang diberikan pakan konsentrat tanpa tepung indigofera, akan tetapi dapat menurunkan biaya pakan sebesar 17,76% pada fase Grower dan 37,37% pada fase starter.
Dayu Parwati sebagai peneliti mengaku akan melanjutkan pengukuran pengaruh campuran tepung indigofera terhadap produktivitas telur ayam KUB.
Menurutnya karena ayam KUB juga merupakan ayam kampung yang potensial sebagai petelur, potensi produksi yang dimiliki mencapai (50-60%), jauh lebih tinggi dibandingkan ayam kampung biasa dimana potensinya hanya mencapai 30-35%. "Dengan pemanfaatan tepung indigofera ini kami diharapkan produksi telur ayam KUB bisa meningkat, sehingga peternak ayam KUB akan semakin efisien dalam biaya pakan dan keuntungannya pun semakin meningkat" ujarnya.