Info Aktual

Buleleng Evaluasi Rumah Contoh RPL

Buleleng - Pekarangan rumah jika ditata dengan baik akan terlihat indah dan menyejukkan. Kita dapat menciptakan sebuah suasana yang nyaman, indah, sehat dan lestari dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Selain itu pekarangan juga dapat menjadi sumber pangan bagi keluarga. Caranya, dengan menerapkan prinsip Rumah Pangan Lestari (RPL).

Dalam rangka mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan pekarangan rumah, Pemerintah Kabupatan Buleleng melalui Dinas Ketahanan Pangan, bekerjasama dengan Dinas Pertanian serta BPTP Bali, tahun 2018 telah menerapkan konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) pada program Penumbuhan Rumah Pangan Lestari (PRPL). Pada program tersebut ditetapkan Rumah Contoh Rumah Pangan Lestari (RC RPL). 

Bulan Oktober ini Pemda Buleleng melalui Dinas Ketahanan Pangan, bekerjasama dengan Dinas Pertanian serta BPTP Bali melakukan evaluasi penilaian terhadap RC RPL yang telah ditetapkan yaitu, ada di sembilan desa pada sembilan kecamatan di Buleleng. Kali ini hari Senin (15/10), evaluasi dan penilaian dilaksanakan di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada dan Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar. 

Adapun tim penilai yang terjun langsung ke lapangan adalah penilai dari Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, BPTP Bali dan tim penggerak PKK Kabupaten Buleleng. Acara penilaian juga dihadiri tim penggerak PKK Kecamatan dan PKK Desa Masing-masing. Menurut Putu Sugiarta, yang merupakan salah satu tim penilai dari BPTP Bali, Pemanfaatan pekarangan yang telah dikembangkan pada program RC RPL diharapkan akan diadopsi oleh masyarakat sekitar desa pelaksana dan masyarakat secara umum, "sehingga akan dapat meningkatkan gizi keluarga dan masyarakat". ujarnya. 

BPTP Bali Tugaskan Empat Teknisi Untuk Latihan Alsintan

Denpasar-Dalam rangka meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia pertanian di Bali, dalam hal ini petani dan petugas dalam mengoprasionalkan alat dan mesin pertanian, hari Selasa tanggal 28 sampai dengan Kamis 30 Agustus 2018, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan bekerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi Bali menyelenggarakan Bimbingan Teknis Alsintan Bagi Petani dan Petugas Pertanian yang bertempat di Hotel Puri Nusa Indah, Denpasar.  

Pelatihan diikuti oleh Petugas Provinsi dan Kabupaten, Babinsa, Petani dan Teknisi UPJA. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, tidak mau ketinggalan untuk mengikuti pelatihan yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kapasitas SDM-nya. Dalam hal  ini  empat orang peserta langsung ditugaskan untuk mengikuti pelatihan. Tiga orang diantara mereka merupakan para pejabat fungsional teknisi litkayasa dan satu orangnya merupakan pejabat fungsional penyuluh pertanian.

Menurut Kepala BPTP Bali Dr. drh I Made Rai Yasa, MP. pelatihan semacam ini sangat penting untuk diikuti, oleh karena itu dirinya berpesan kepada para peserta agar serius mengikuti pelatihan sehingga apa yang didapatkan nanti di dalam pelatihan mampu diterapkan secara baik di lapangan. 

Selama tiga hari pelatihan tidak hanya teori yang dapatkan peserta melainkan peserta diajak langsung mempraktekkan dilapangan sebagai bukti bahwa peserta telah faham betul akan apa yang di ajarkan oleh para narasumber. Pelatihan dilaksanakan di Hotel Nusa Indah Denpasar, dan Praktek Lapangan di laksanakan di Subak Yeh Hee, Desa Gelgel Kabupaten Klungkung. Praktek dilapangan meliputi praktek penggunaan peralatan Hand traktor, Rice Transplanter, dan Traktor Mini Cultivator yang selama ini paling banyak digunakan petani di lapangan. 

BPTP Cari Model Usahatani Untuk Lahan Tadah Hujan

Tabanan- Lahan tadah hujan memiliki potensi yang besar sebagai pendukung produksi pangan di Indonesia. Akan tetapi pengairannya yang sangat ditentukan oleh curah hujan menjadi faktor pembatasnya. Risiko kekeringan sering terjadi terutama pada saat musim kemarau. Kabupaten Tabanan walaupun dikenal sebagai lumbung pangannya Provinsi Bali, ternyata masih memiliki lahan tadah hujan yang setiap tahunnya berpotensi semakin meluas. Seperti diketahui selama ini produktivitas tanaman di lahan tadah hujan masih tergolong sangat rendah, tentunya hal ini akan berpengaruh besar terhadap total produksi pangan di Kabupaten Tabanan. 

Menurut Dr. Made Rai Yasa, Kepala BPTP Bali lahan tadah hujan di Tabanan masih bisa ditingkatkan produktivitasnya yaitu dengan menerapkan Inovasi Teknologi Pertanian Sfesifik lokasi. Dalam rangka menemukan sebuah model usahatani yang ideal untuk diterapkan oleh petani di lahan tadah hujan, BPTP Bali melaksanakan Survey usahatani terhadap petani di lahan tadah hujan Subak Babakan Anyar, Tempek Betenan, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. hari Kamis, 4 Oktober 2018. Acara Survey hari itu dilaksanakan bersama dengan BP3K Kec. Selemadeg Timur, PPL, Pekaseh, Petani, Peneliti, Penyuluh, Litkayasa BPTP Bali dan Mahasiswa Magang dari Universitas Udayana. 

Tektekan Merihahkan Peresmian Simantri 736

Tabanan - Minggu 26 Agustus 2018,  bertempat di balai Kelompok Tani Ternak Sato Merta, Desa Luwus Kecamatan Baturiti Tabanan, Kepala BPTP Balitbangtan Bali menghadiri acara peresmian Simantri 736. Konon tahun 2012 kelompok ini pernah dibina oleh BPTP Bali dalam hal budidaya ternak sapi. 

Acara peresmian kali ini dihadiri juga DPRD Provinsi Bali, Perwakilan UPT Simantri Provinsi Bali, Perwakilan Dinas Pertanian Kab Tabanan, UPTD Peternakan Tabanan, BP3K Kecamatan Baturiti, Perwakilan Gapoktan Simantri 585, Kepala Desa Luwus, Pengurus Koperasi Merta Sari Desa Luwus, Kepala Dusun Poyan, seluruh pengurus beserta anggota Gapoktan Simantri 736. 

Acara peresmian Simantri kali cukup meriah ditambah dengan adanya pertunjukan Kesenian "tektekan" oleh anggota kelompok.  Kesenian "tektekan" merupakan kesenian traditional yang konon sejarahnya berasal dari daerah Kerambitan Tabanan. Sejenis kesenian musik traditional mengunakan kentongan bambu yang dipukul-pukul oleh 30-40 orang dengan batang bambu, sehingga mengeluarkan suara yang memiliki ritme. 

61 Hektar Padi Dipanen Petani Badung

Hari selasa (02/10), hari penuh berkah bagi petani di Kabupaten Badung, Bali. Pasalnya dari 160 hektar lahan yang berpotensi untuk dipanen,petani memanen seluas 61 hektar. Produktivitas padi yang dipanen pun sangat memuaskan yaitu, berkisar di atas 7 ton per ha. 

Hasil pemantauan panen diketahui dilaksanakan di Subak Saih, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara dari potensi lahan yang siap dipanen seluas 38 ha dipanen seluas 28 ha. 
Varietas padi yang dipanen adalah Ciherang dengan Produktivitas diketahui sebesar 7.8 ton/ ha. Panen di Subak ini dihadiri Kepala UPTD, PPL dan Petani setempat. 

Selanjutnya panen dilaksanakan di subak Gaji, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara,  dari potensi panen seluas 47 ha, panen seluas 32 ha. Varietas padi yang dipanen adalah Ciherang dengan Produktivitas diketahui 7.8 ton/ ha. Panen di Subak ini dihadiri Kepala UPTD, PPL dan Petani setempat. 

Subak Ulun Uma, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi dari potensi panen 75 ha, Panen seluas 1.5 ha, Varietas padi yang dipanen adalah Inpari 43 dengan Produktivitas diketahui  8.2 ton/ ha. Panen juga dihadiri Kepala UPTD, PPL dan Petani setempat. 

Kepala BPTP Bali Dr.I Made Rai Yasa mengatakan akan terus melakukan pemantauan panen yang ada di Bali, "ini sebagai wujud dukungan kami dalam mendukung program Upaya Khusus padi, Jagung, Kedelai (Upsus Pajale) Kementerian Pertanian di Provinsi Bali" ujarnya.  

Panen Bersama Jagung di Subak Aseman Tabanan

Tabanan-Hari Selasa 21 Agustus 2018 di Kabupaten Tabanan dilaksanakan panen Jagung Bersama, Lokasi panen tepatnya di Subak Aseman 6, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur. Luas Jagung yang siap dipanen kurang lebih 160 hektar. Dari hasil ubinan diketahui Produktivitas jagung sebesar 7,3 ton/hektar. Acara

Panen Jagung bersama ini dimulai pukul 7.30 Wita, dihadiri sekitar 100 peserta, antara lain Kepala BPTP Bali bersama Penanggung Jawab (PJ) Upsus Pajale beserta LO, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Bali beserta stafnya. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Kepala UPT Pertanian Kecamatan Selemadeg Timur bersama jajarannya, Danramil, Perwakilan Kecamatan Seltim, Kepala Desa Tegal Mengkeb, Pekaseh dan petani Subak Aseman Sendiri. 

Selesai pelaksanaan panen bersama acara dilanjutkan dengan diskusi di Balai Subak Aseman terkait Tehnik Budidaya jagung yang baik sampai ketingkat pemasarannya. Pada Acara Tersebut Juga disampaikan kebutuhan alsintan untuk mendukung program selemadeg timur sebagai sentra produksi jagung untuk Kabupaten Tabanan.

Kepala BPTP Bali Dr. drh I Made Rai Yasa, MP mengatakan Jagung yang diproduksi di Kabupaten Tabanan ini dimanfaatkan oleh petani untuk mendukung pengembangan ternak di Kabupaten Tabanan. “karena selain memiliki lahan sawah terluas yaitu 28% dari luas sawah di Bali juga memiliki populasi ternak terbanyak di Bali, yang selama ini kebutuhan akan jagungnya didatangkan dari luar daerah” ujarnya. 

 

Mahasiswa Magang Pelajari Pertanian Bioindustri

Pelayanan magang merupakan salah satu bentuk layanan yang disediakan BPTP Bali dalam menyelengarakan pelayanan publik. Seperti biasanya setiap tahunnya puluhan mahasiswa Fakultas Pertanian dari beberapa universitas di Indonesia memilih BPTP Bali sebagai tempat magang.

Kamis 20 Sepetember 2018, merupakan hari pertama bagi mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana, melaksanakan kegiatan magang di BPTP Bali. Menurut Kasi KSPP BPTP Bali, Nyoman Adijaya, hari pertama mahasiswa di perkenalkan kepada kegiatan Model Pertanian Bio Industri yang berlokasi di Desa antapan, Kecamatan Baturiti, Tabanan-Bali. “mereka kami ajak untuk melihat dan berinteraksi langsung dengan petani di lokasi” ujarnya.

Lebih lanjut Nyoman Adijaya mengatakan bahwa selain kegiatan Bio Industri, mahasiswa juga diberikan keleluasaan untuk memilih akan mendalami kegiatan yang lainnya sesuai dengan keinginan mereka. “kami memberikan keleluasaan bagi mahasiswa untuk mempelajari inovasi-inovasi yang kami kembangkan di lapangan” tuturnya.  

Pemda Tabanan Dukung Penuh Pembangunan TTP

Tabanan - Selasa (14/8), dilaksanakan Rapat koordinasi yang ke-3 progres pembangunan pembangunan Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Desa Sanda, Pupuan-Tabanan. Rakor kali ini TTP mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak terutama dari SKPD Kabupaten Tabanan.

Pada kesempatan tersebut Kepala BPTP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, MP memaparkan progress TTP dari aspek kegiatan teknis, kelembagaan, sampai dengan perkembangan kegiatan Fisik yang didanai dari anggaran DIPA BPTP Bali.

Sementara itu Dinas Pertanian khususnya Bidang Peternakan menyampaikan bahwa tahun 2018 ini empat unit kandang senilai 100 juta sedang dibangun di empat Desa di Kecamatan Pupuan untuk mendukung TTP, untuk pengembangan kambing Boerka. Bidang peternakan juga telah menganggarkan biaya pembangunan kandang kambing berkapasitas 25 ekor senilai Rp. 129 juta di lokasi tapak TTP. Dinas Pertanian tahun ini juga telah menyiapkan anggaran pelatihan untuk peningkatan SDM calon pelaksana/pengelola TTP. Bidang Perkebunan juga membantu pengembangan peremajaan kopi robusta seluas 300 ha dari 7.000 ha lahan kopi yang ada di Kec. Pupuan.

Dinas PU pada rakor tersebut juga melaporkan perkembangan proyek pembuatan senderan, got, dan pengerasan jalan sepanjang 2,8 KM menuju lokasi TTP dengan nilai sekitar 7,2 Milyar yang akan selesai pada bulan Oktober 2018 ini.

Pada kesempatan terakhir, Bumda Badan Usaha Milik Daerah (BUMDA) Dharma Santika akan siap ikut membantu pemasaran produk TTP, dan siap sebagai pelaksana TTP ke depan sambil menunggu payung hukum.

Sebelum ditutup, seluruh SKPD sepakat untuk melaksanakan rapat koordinasi lagi di awal bulan September untuk mempresentasikan rencana kegiatan di masing-masing SKPD untuk mendukung dan mengembangkan TTP di tahun 2019.


Kunjungan Kepala Balitbangtan Ke BPTP Bali

Denpasar - Jumat (7/9), Kepala Badan Litbang Pertanian Dr.Ir. Muhammad Syakir, M.S., di sela-sela waktu Rapat Pimpinan (Rapim) lingkup Kementerian Pertanian, berkunjung ke BPTP Bali. Kunjungan tersebut menjadi kado yang istimewa Bagi BPTP Bali,  pasalnya kunjungan bertepatan dengan hari Ulang Tahun BPTP Bali yang Ke-17.

Setelah melaksanakan panen bersama bawang merah display Taman Agro Inovasi BPTP Bali, Kepala Badan Litbang Pertanian memberikan arahan kepada seluruh pegawai BPTP. Dalam arahannya Kepala Balitbangtan mengatakan bahwa BPTP Bali harus fokus terhadap penerapan inovasi teknologi Balitbangtan. Lebih lanjut dikatakan sebagai salah ujung tombak dalam sosialisasi dan diseminasi Inovasi-inovasi Balitbangtan, BPTP Bali memiliki tempat strategis karena berada di daerah destinasi wisata. “ini merupakan kesempatan untuk mendiseminasikan inovasi teknologi balitbangtan” ujarnya.

Sementara itu kepada para Peneliti Kepala Balitbangtan berpesan “Jangan ragu-ragu mengembangkan hasil penelitian orang lain, penerapan teknologi tidak harus mulai dari nol, kegagalan itu biasa, kalau takut gagal berarti tidak ada Inovasi”. tutupnya.

 

Panen Jagung Berproduktivitas Tinggi, Bima 20 URI dan Nasa 29

Buleleng -Tahun 2018 BPTP Bali bekerjasama dengan BPP Kecamatan Gerokgak-Buleleng membuat demplot jagung seluas 3 Hektar berlokasi di lahan petani Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng-Bali. Demplot dibuat dalam rangka peningkatan kapasitas penyuluh daerah dengan menerapkan Inovasi teknologi balitbangtan pada Komoditas Strategis Kementerian Pertanian. Teknologi Inovasi yang diterapkan yaitu penggunaan varietas jagung hibrida Balitbangtan BIMA 20 URI dan NASA 29 menggunakan sistem tanam Jajar legowo 2:1. 

Jagung Varietas Bima 20 URI dan Nasa 29, merupakan jagung Hibrida Inovasi Balitbangtan yang memiliki potensi hasil tinggi. Menurut Badan litbang Pertanian Jagung NASA 29 (Nakula Sahadewa) memiliki potensi hasil sebesar 13,5 ton/hektar sedangkan BIMA 20 URI memiliki potensi hasil sebesar 12,5 ton/hektar. 

Pada hari Kamis (9/8) dilaksanakan panen bersama Panen hari ini, di hadiri oleh Kepala Balai beserta tim dari BPTP Bali, Bulog Provinsi Bali, Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, PPL Kec. Gerokgak, Kepala Desa Musi, dan para pengurus Kelompok tani, serta mahasiswa magang dari Universitas Nusa Cendana, NTT. Dari hasil ubinan diketahui ternyata Jagung Bima 20 URI dengan sistem tanam Jajar Legowo jarak tanam 25 x (50 x 100) serta ditambah aplikasi Bio Silika, memiliki produktivitas tertinggi yaitu sebesar 11, 048 ton/ha, Jagung pipilan kering. Sedangkan NASA 29 diketahui Produktivitasnya sebesar 5, 65 ton/hektar jagung pipilan kering. 

 

Subcategories

Subcategories