Info Aktual

Panen Perdana Padi Salibu Jarwo di Gianyar Bali

Gianyar - Salibu merupakan sistem tanam padi yang sekali tanam bisa panen 3-5 kali sehingga dapat menghemat biaya produksi. Sedangkan jajar legowo adalah sistem tanam yang mengatur pola jarak antar tanaman dan diselingi dengan satu barisan kosong sehingga populasi meningkat dan produksipun meningkat.  

Petani di Subak Tebongkang, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali di damping PPL Desa Singakerta untuk untuk pertama kalinya mencoba menanam padi dengan sistem tanam salibu. Dari luas lahan 30 hektar petani mencoba sistem tanam padi salibu seluas 25 are. Petani juga mencoba memadukan salibu sistem tanam jajar legowo (jarwo) dan dengan sistem tanam tegel.

Hari ini Tanggal 18 Januari 2018, petani memanen seluas 15 are padi salibu yang dipadukan dengan sistem tanam jarwo. Hasil pengubinan diketahui produktivitasnya sebesar 6,75 ton/ha. Varietas yang digunakan adalah Ciherang. I Wayan Open Surata PPL Desa Singakerta mengatakan petani lebih mudah memelihara tanaman padi salibu yang dipadukan dengan sistem tanam jarwo 2:1. “ pertumbuhan tanamannya juga lebih lebih bagus dan rapi daripada dengan tegel” ungkap I Wayan Open.     

Kepala BPTP Balitbangtan Bali, Dr. I Made Rai Yasa, mengatakan teknologi bahwa sudah banyak petani di Bali yang tertarik dengan teknologi salibu. “sekarang tinggal mengkaji teknologi yang bisa mendongkrak produktivitas padi salibu apakah apakah itu varietasnya, atau teknologi pemupukannya atau paket teknologi lainya”. ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Ir. I Made Raka, M.Si mengatakan akan terus mengembangkan teknologi salibu di Gianyar karena menguntungkan bagi petani. Lebih lanjut I Made Raka menjelaskan dengan padi salibu mengunakan Jarwo 2:1 jeraminya tidak terbuang. Petani dapat memanfaatkannya sebagai mulsa dengan cara menaruh jerami di antar baris tanaman. “Berbeda halnya dengan sistem tegel, petani harus membawa jerami keluar sawah karena jarak antar barisan yang sempit menyulitkan untuk memanfaatkan jerami sebagai mulsa” jelasnya menambahkan. (swk)

 

Pengumuman-Undangan Memasukkan Pernyataan Berminat

Dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu, Memasukkan Pernyataan Berminat untuk Pekerjaan Biaya Konsultan Perencana Renovasi Ruang display Pada Gedung Administrasi dan Renovasi Ruang Alsin Pada Gedung Garase Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, Tahun 2018.

Pemilihan Konsultan akan menggunakan metode Consultan' Cualifications Selection (CQS) sesuai yang ditetapkan Bank Dunia (Guidelines: Selection and Employment of Consultants by world Bank Borrowers) edisi Januari 2011.

Informasi Selengkapnya dapat diunduh melalui link di bawah ini  >>>>>>

1. Pengumuman dan Jadwal Pelaksanaan Pra- Kualifikasi dan pemilihan konsultan perencana  

2. Lembar Data Kualifikasi (LDK)

Berkat Subak Petani Bali Tanam dan Panen Padi Tiap Hari

Eksistensi subak di Bali sudah tidak diragukan lagi. Organisasi petani warisan nenek moyang masyarakat Bali ini memang patut dibanggakan. Subak merupakan organisasi tradisional petani yang fungsinya mengelola pengairan/irigasi ke lahan sawah petani. Saat ini subak masih eksis di Bali, walaupun ada beberapa subak yang lahan sawahnya sudah beralih fungsi. 

Kepala BPTP Balitbang Bali Dr. I Made Rai Yasa Mengatakan subak selain mengatur penggunaan air irigasi, juga mengatur waktu tanam, penanggulangan hama sampai ke panennya. "panen padi setiap hari di Bali itu wajar saja, karena setiap hari ada subak yang melakukan penanaman padi, ada juga subak yang sedang panen" kapan waktunya menanam, setiap subak punya aturan tersendiri".jelasnya menambahkan.

Seperti yang dilaporkan hari ini 17 Januari 2018, oleh petugas pendamping upsus BPTP Balitbangtan Bali. Ada subak yang sedang memanen dan di Subak lainnya ada yang sedang menanam padi. Subak yang melakukan penanaman hari ini adalah Subak Yeh Tengah, Desa Klusa, Kecamatan Payangan Kabupaten Gianyar seluas 54 hektar.

Sedangkan subak yang sedang panen dilaporkan ada empat subak pada tiga Kabupaten. Panen seluas 40 ha, dari potensi lahan seluas 91 ha. Panen di empat subak yang dimaksud adalah;

Kabupaten Badung dilaporkan hari ini di Subak Tegal, Desa Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara. Dari potensi panen 20 ha, hari ini dipanen 17 ha, dengan produktivitas 7,8 ton/ha, padi Varietas Ciherang. Panen dihadiri oleh Ka. UPTD, PPL, Kelompok panen dan petani .

Kabupaten Tabanan dilaporkan ada dua subak yang sedang panen yaitu, Pertama di Subak Kelepud, Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur. Dari potensi panen seluas 37 ha dipanen seluas 10 ha dengan produktivitas 6,49 ton/ ha. Varietas yang dipanen adalah Ciherang. Panen dihadiri Kelompok panen dan PPL. Yang ke dua adalah Subak Pangkung Lengkuas, Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur. Dari potensi panen 15 ha, hari ini dipanen 3 ha. Produktivitas 4.8 ton/ha. Varietas yang dipanen IR 64. Panen dihadiri oleh Kelompok panen dan PPL.

Lalu di Kabupaten Gianyar, ada satu subak yang panen hari ini adalah Subak Dangin Umah, Desa Batubulan Kangin Kecamatan Sukawati. Dari potensi panen 19 ha, hari ini dipanen seluas 18 ha dengan produktivitas 6,2 ton/ha. Varietas padi yang dipanen adalah Ciherang. Panen dihadiri oleh kelompok panen, Petani, dan PPL dan LO BPTP Balitbangtan Bali. (swk)

Di Cuaca Cerah, Panen Padi Di Bali Makin Meluas

Langit di Bali hari ini tampak cerah, secerah wajah petani yang sedang memanen padi.  Berbeda dengan hari sebelumnya terkadang hujan turun sepanjang hari, akan tetapi petani tetap memanen padi mereka. Tim Pendamping Upsus Pajale BPTP Balitbangtan Bali melaporkan, hari ini 9 Januari 2018 terpantau  seluas 88,16 hektar dari potensi seluas 237 hektar sawah yang siap panen padinya. Panen tersebar di Sembilan Subak pada lima Kabupaten di Bali. Di Kabupaten Gianyar dan Karangasem tampak beberapa petani sudah menggunakan Combine Harvester untuk memanen padi.

Kepala BPTP Balitbangtan Bali, Dr I Made Rai Yasa mengatakan bahwa menurut pemantauannya hari ini merupakan panen yang terluas dari sebelumnya.” Hal ini disebabkan karena kondisi cuaca yang mendukung sehingga petani ingin cepat-cepat memanen” ujarnya menambahkan.

Sembilan Subak sedang panen di Bali yang dimaksud yaitu;

Kabupaten Badung, yang merupakan Centralnya Pariwisata Bali hari ini panen di dua subak yaitu yang pertama di Subak Umapoh Desa Dauh Yeh Cani Kecamatan Abiansemal. Dari luas potensi panen 15 hektar dipanen seluas 15 hektar. Varietas yang dipanen Ciherang, dengan produktivitas 4,5 ton/ha. Yang ke dua di Subak tegal, Desa Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta utara dari potensi 20 ha hari ini dipanen seluas 5 hektar. Varietas yang dipanen Ciherang dengan provitas 7,8 ton/ha. 

Kabupaten Tabanan yang disebut sebagai lumbung berasnya Bali hari ini terpantau ada dua subak pula yang sedang melaksanakan panen yaitu Subak Pangkung Lengkuas Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur dari potensi 15 ha yang dipanen hari ini seluas 12 ha. Varietas yang dipanen adalah singkil dengan produktivitas 8,03 ton/ha. Selanjutnya di Subak Kelepud, Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur, dari potensi 122 ha dipanen hari ini seluas 2 hektar. Varietas yang dipanen Ciherang dengan produktivitas 6,49 ton/ha.

Kabupaten Gianyar yang mendapat julukan kota seni hari ini panen terpantau panen di Subak Pasekan, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar dari potensi 7 ha, hari ini dipanen 4 hektar varietas yang dipanen ciherang dengan 5,5 sampai 6,5 ton/ha. Panen satunya lagi Subak Belong, Desa Taro, Kecamatan Tegalalang dari potensi panen 4 hektar yang dipanen seluas 16 are. Varietas yang dipanen Varietas “Mansur” (Varietas Lokal) dengan produktivitas 7,2 ton per hektar.

Di Kabupaten Karangasem yang merupakan daerah yang sedang terdampak dari erupsi gunung Agung petaninya tidak mau ketinggalan dengan daerah lain di Bali. Subak Rendang Arca tempek tuug kangin, Desa Rendang, Kecamatan Rendang, yang berjarak kurang lebih 12 kilometer dari gunung agung hari ini panen seluas 5 hektar dari potensi panen seluas 9 hektar. Varietas yang dipanen adalah padi lokal yang petani setempat disebut dengan nama padi “Cicih Seraya” provitasnya pun cukup tinggi untuk jenis padi lokal yaitu 9,1 ton per hektar.  Selain itu di Karangasem panen juga di Subak Kuum Cangah, Desa Kuum Tumbuh, Kecamatan Karangasem potensi 11 hektar luas panen hari ini 9 hektar. Varietas yang dipanen Cigelis dengan provitas 7,3 ton per hektar. 

Yang terakhir adalah di Kabupaten Kelungkung terpantau ada satu subak yang panen yaitu di Subak Akah Tempek Uma Dalem Desa Akah, Kecamatan Kelungkung dengan potensi panen seluas 34 hektar dipanen seluas 16 hektar. Varietas yang dipanen adalah Inpari 30 dengan produktivitas 6,8-7 ton/ha.      

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                 

Petani Bali Panen Inpari 43 Agritan GSR

Kementerian Pertanian sepanjang telah melepas varietas unggul baru temuan Badan Litbang Pertanian. Salah satunya adalah Pelepasan Varietas Unggul Baru (VUB) padi Inpari 43 Agritan Green Rice Super (GSR). Pelepasan Inpari 43 Agritan GSR berdasarkan berdasarkan SK Kementerian Pertanian No 369/Kpts/TP.010/6/2016.

Semenjak dilepas Provinsi Bali menjadi salah satu taget pengembangannya. Tahun 2017 Inpari 43 Agritan GSR sudah berkembang di empat kabupaten yaitu, Badung, Gianyar, Karangasem dan Jembrana.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Bali, Dr. I Made Rai Yasa mengatakan sebagai varietas yang baru di kenal petani, Inpari 43 Agritan GSR, akan ikut meramaikan panen raya padi di Bali nantinya. "Saat ini sudah ada petani yang mulai panen inpari 43," ujar I Made, Senin (16/1/2018).

Senin (15/1/2018), dilakukan panen padi Varietas Inpari 43 di Subak Tibubeleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana-Bali. Dari potensi panen seluas 150 hektar, dilakukan panen seluas 2 hektar.

Produktivitas padinya mencapai 8,5 ton/ha Gabah Kering Panen (GKP). Panen dilakukan petani dengan kelompok panen (Sekehe Manyi), didampingi LO BPTP Balitbangtan Bali. Dilaporkan juga petani setempat memperoleh harga jual gabah sebesar Rp. 5.100 per kilogramnya.

Gusti Sutarpa petani Subak Tibubeleng mengaku suka menanam Inpari 43 Agritan GSR, karena umurnya genjah, produktivitasnya tinggi, dan tahan hama penyakit. "Padi ini tidak disukai burung, sehingga kami tidak repot mengusir burung," jelasnya.

Menurut Gusti Sutarpa mereka memperoleh benih dari hasil penangkaran benih kegiatan Kedaulatan Desa Mandiri Benih BPTP Balitbangtan Bali yang berlokasi di Subak Jagaraga, Desa Penyaringan, Tahun 2017 pada Musim Tanam 1 (MT 1). 

 

Geliat Petani Memanen Padi di Kota Seni

Kota Seni, adalah julukan yang diberikan untuk Kabupaten Gianyar Bali. Dari sini beragam karya seni telah tercipta. Seni menjadi sumber kehidupan masyarakatnya. Walaupun mendapat gelar kota seni, Gianyar tidak pernah meninggalkan dunia pertanian. Hari Minggu 7 Januari 2018 petani di empat Subak di Gianyar tampak giat memanen padi.

Laporan Panen hari ini dari petugas pendamping Upsus Pajale BPTP Balitbangtan Bali, Luas panen di Kabupaten Gianyar 44 ha, dari potensi 83 ha. Lebih lanjut dilaporkan beberapa petani sudah menggunakan Combine Harvester untuk memanen padi.

Menurut Kepala BPTP Balitbangtan Bali I Made Rai Yasa memang sebagian besar petani di Kabupaten Gianyar sudah menerapkan Inovasi teknologi Balitbangtan dalam usaha tani padi. Seperti penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB), Sistem Tanam Jajar legowo, dan Penggunaan Alsintan.

Adapun empat subak yang dilaporkan memanen padi hari ini di Kabupaten Gianyar adalah;

1).Subak Tangieng, Desa Bona Kecamatan, Blahbatuh dengan luas potensi panen 16 ha dipanen seluas 10 ha. Varietas yang digunakan Cigelis dengan produktivitas 7,4 ton/ha.

2).Subak Ume Tundun Kasian, Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, dari luas potensi panen 24 ha dipanen seluas 13 ha. Varietas yang digunakan adalah Ciherang dengan produktivitas 6.8 - 7 ton/ha.

3). Subak Pinda, Desa Pinda Kecamatan Blahbatuh Luas potensi panen 24 ha di panen 19 ha. Varietas yang digunakan Cigelis dengan produktivitas 6.7 - 7 ton/ha.

4). Subak Dangin Umah,Desa Batubulan Kangin,  Kecamatan Sukawati. Luas potensi panen 19 ha dipanen hari ini seluas 2 ha. Varietas yang digunakan Ciherang dengan produktivitas 7.8 ton/ha.

Dilaporkan juga panen di setiap lokasi hari ini selalu bersama Petugas, UPTD, PPL, Petugas dari BPTP Balitbangtan Bali, Kelompok Panen Padi (Sekehe Manyi) dan Petani.

 

Berbagi Ilmu Melalui Seminar Hasil

Denpasar - Seminar hasil merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh Penelti dan Penyuluh di BPTP Bali. Dalam seminar hasil para penanggung jawab kegiatan mepresentasikan hasil kegiatan mengkaji, dan diseminasi dilapangan selama satu tahun. 

Tangal 10-12 Januari BPTP Bali telah melaksanakan seminar hasil kegiatan tahun 2017 bertempat di ruang pertemuan BPTP Bali. Dalam arahannya Kepala BPTP Bali Dr. I Made Rai Yasa mengharapkan agar seminar hasil diikuti dengan serius dan dijadikan ajang berbagi ilmu antar Peneliti, Penyuluh, Litkayasa dan yang lainnya.

Lebih lanjut Kepala Balai mengatakan agar seminar hasil dijadikan acuan dalam perbaikan laporan akhir tahun. Selain itu juga disarankan hasil seminar menjadi tolak ukur dalam melaksanakan kegiatan di tahun 2018 sehingga apa yang dilaksanakan di tahun 2018 tepat sasaran dan bermanfaat bagi pengguna dalam hal ini petani dan stakeholder lainnya.   

Pemkab Tabanan Berkomitmen Mendukung Taman Teknologi Pertanian

Pemerintah Kabupaten Tabanan beserta jajarannya menyatakan komitmennya mendukung Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang berlokasi di Desa Sanda, Kecamatan Pupuan, yang merupakan salah satu Program Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian. 

Kepala BPTP Balitbangtan Bali Dr. I Made Rai Yasa memaparkan rencana percepatan pembangunan TTP tahun 2018 pada acara pertemuan singkronisasi Kegiatan TTP, Jumat 5 Januari 2018 yang bertempat di Kantor Bappeda Tabanan. Pertemuan dihadiri oleh Kadis Pertanian Tabanan beserta jajarannya (Kabid Tanaman Pangan, Peternakan, Perkebunan dan Penyuluhan, perwakilan Setda Tabanan, seluruh Kabid di Bapelitbang Tabanan, Direktur Badan Usaha Milik Daerah BUMDA, Camat Pupuan, Kepala Desa Sanda, Tokoh Masyarakat, serta para Koordinator kegiatan TTP.

Dalam pemaparannya Bapelitbang Kabupaten Tabanan yang disampaikan oleh Kabid Ekonomi Ir. Alit Yasa, MT mengatakan siap mendanai lanjutan sarana prasarana yang dibutuhkan, seperti pembangunan gedung serba guna, pintu gerbang menuju TTP, embung geomembran, serta akan menyiapkan anggaran untuk melakukan kajian dan pengembangan cabe puyang, dan tanaman biofarmaka. Lainnya untuk meningkatkan pendapatan petani kopi di wilayah pupuan pada anggaran perubahan serta kegiatan lainnya.

Selain dari Bapelitbang Tabanan dukungan terhadap TTP juga datang dari Dinas PU yang menyatakan akan mengucurkan dana senilai 5 (lima) Milyar rupiah untuk meng-Hotmix jalan menuju TTP dan sekitarnya. Lebih lanjut Dari Pertanian khususnya Bidang Peternakan menyatakan telah menyiapkan anggaran untuk  membangun kandang kambing senilai 100 juta rupiah untuk menampung 100 ekor kambing Boerka dari Puslitbang Peternakan Bogor. Demikian juga Bidang Perkebunan telah memprogramkan kegiatan peremajaan kopi di TTP dan wilayah pupuan.  BUMDA juga menyatakan siap menampung seluruh produk olahan dari TTP serta produk-produk masyarakat di sekitar TTP. 

Tidak kalah penting dukungan dari Camat Pupuan, Kepala Desa Sanda dan seluruh tokoh masyarakat Desa Sanda yang telah menyatakan siap mendukung kelancaran TTP tahun 2018.     

 

Panen Perdana Salibu di Bali, Produktivitas diatas 7 ton

Buleleng - Sekali tanam 3 sampai 5 kali panen padi, tentunya bisa menghemat tenaga kerja dan waktu. Hal tersebut yang menjadi pertimbangan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng menerapkan teknologi salibu pada padi. Salibu berasal dari kata “salinan ibu” yang artinya tanaman yang sudah panen, dipotong dan diharapkan anakan yang tumbuh dapat berproduksi kembali.

Demplot salibu seluas 17 hektar di Subak Bukit Telu Bawah, Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng telah siap dipanen. Untuk membuktikan produktivitasnya dilakukan panen Hari ini 11 Januari 2018 seluas satu hektar. Hasilnyapun sangat memuaskan. Diketahui dari satu hektar padi Varietas IR 64 dengan menerapkan teknologi salibu produktivitasnya sebesar 7,04 ton Gabah Kering Panen (GKP).

Panen perdana dihadiri oleh  Kepala BBPP Ketindan selaku Penanggung Jawab Upsus di Bali, Distan TPH Bun Provinsi Bali, Dinas Pertanian Buleleng, BPTP Balitbangtan Bali, TNI Kepolisian, pekaseh dan petani.

Kepala BBPP Ketindan Dr. Kresno Suharto dalam arahannya menyampaikan agar teknologi system tanam salibu terus dikembangkan sehingga mendapatkan produksi yang optimal.

Sementara itu Kepala BPTP Balitbangtan Bali Dr. I Made Rai Yasa mengatakan teknologi salibu cocok untuk diterapkan mendukung program upsus di Bali dan perlu di coba di Kabupaten lain karena telah terbukti di Kabupaten Buleleng dengan menerapkan teknologi salibu produktivitas padi bisa di atas 7 ton.

Tujuh Kabupaten Di Bali Hari Ini Laksanakan Panen Serentak

Rabu 03 Januari 2018, Petani di tujuh kabupaten di Bali hari ini serentak melaksanakan panen padi.  Berdasarkan laporan petugas pendamping Upsus Pajale BPTP Balitbangtan Bali Hari ini Seluas 52, 27 hektar dipanen dari potensi 332 hektar yang siap panen.

Kabupaten pertama yang panen hari ini adalah Kabupaten Gianyar. Panen seluas 22 hektar dari potensi 58 hektar yang siap dipanen. Panen dilakukan di dua subak pada Kecamatan Tampaksiring.  Di Subak Raja Suta petani memanen  Varietas padi IR 64 dengan produktivitas 6,5 ton per hektar. Sedangkan di subak Sulasih Sanding Petani memanen  varietas Towuti dengan produktivitas 6.9 ton per hektar.

Kabupaten ke dua adalah Jembrana, panen di Subak Sangkar Agung, Desa Sangkar Agung, Kecamatan Jembrana seluas 15 hektar dari potensi 86 hektar yang siap panen. Varietas yang dipanen Ciherang dengan produktivitas 7,56 ton per hektar.

Kabupaten ke tiga adalah Kabupaten Buleleng panen dilaksanakan di subak Babakan Sukasada dengan luas panen 5 hektar dari potensi luas 50 hektar. Varietas yang dipanen adalah Ciherang dengan produktivitas 6,2 ton per hektar.

Ke empat adalah Kabupaten Tabanan dengan luas panen 5 hektar di tiga lokasi dari potensi 41 hektar. Varietas yang di panen adalah Towuti dengan produktivitas 6,5 ton per hektar .

Selanjutnya kabupaten kelima adalah Kabupaten Badung, panen dilaksanakan di Desa Kerobokan, Kecamatan kute utara. Dari potensi panen 17 hektar hari ini dipanen seluas 3 hektar. Varietas padi yang dipanen adalah Ciherang dengan produktivitas 7,9 ton per hektar.

Kabupaten ke enam adalah Kabupaten Karangasem, seluas 2 hektar dari 30 hektar potensi yang siap panen. Panen di Karangasem dilaksanakan di Subak Gunung, Desa Ababi, Kecamatan Abang. Varietas yang dipanen adalah Ciherang dengan produktivitas 6,7 ton per hektar.

Kabupaten terakhir adalah Kabupaten Bangli dengan potensi luas panen 40 hektar dipanen hari ini baru 0,27 hektar saja. Varietas padi yang dipanen adalah Inpari 24 dengan produktivitas 7,12 ton per hektar dan Inpari 30 dengan produktivitas 5,84 ton per hektar. (swk)