Info Aktual

Kelompok Ternak Ayam Buras di Abian Semal, Badung Ingin Kembangkan Tanaman Sayuran

Ketua kelompok ternak Ayam Buras Manuk Lestari Banjar Keraman, Desa Abiansemal, Kab.Badung, I Gusti Ketut Adiputra ditemani I Made Nandiana perwakilan anggota kelompok hari ini 22 Juli 2020 mengunjungi BPTP Bali untuk menambah pengetahuan tentang budidaya sayuran.

Menurut ketua kelompok, kelompoknya ingin mengawali usaha budidaya sayuran selain mengembangkan usaha ternaknya. Dirinya melihat potensi limbah ternak yang mereka miliki cukup banyak untuk diolah menjadi bahan media tanam.

Diterima oleh kepala BPTP Bali, Dr. I Made Rai Yasa yang dampingi Ka.Subag Tata Usaha (Pekik Anggoro, SP), serta Penanggung jawab kegiatan Taman Agro Inovasi, (I Made Astika) hari ini juga kelompok ternak Ayam Buras Manuk Lestari melalui ketua kelompoknya menerima bantuan dari BPTP Bali berupa benih terung ungu, cabai besar, tomat dan cabai rawit; dengan jumlah masing masing sebanyak 200 pohon.

Kepala BPTP Bali berharap benih sayuran yang diberikan dapat dibagikan ke anggota kelompok serta dipelihara dengan baik, sehingga nantinya berproduksi dengan baik pula.

Peneliti BPTP Bali Kaji Tepung Indigofera Untuk Ternak Kambing Boerka

Tabanan- Tahun 2019 lalu di bulan Agustus 100 ekor ternak kambing Boerka didatangkan dari Loka penelitian Ternak kambing Sei Putih, Sumatera Utara. Kini ternak kambing Boerka yang dipelihara oleh kelompok ternak sudah berkembang menjadi 135 ekor.

Untuk mendukung perkembangan ternak kambing boerka ini tahun 2020 Peneliti BPTP Bali drh I Nyoman Suyasa, M.Si, yang sekaligus penanggung jawab kegiatan pendampingan kawasan ternak kambing di Bali mengkaji pemberian tepung Indigofera untuk pakan ternak kambing.

Saat ditemui sedang melakukan penimbangan kambing bersama anggota kelompok ternak di Desa Sanda, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan hari Selasa 2 Juni 2020, I Nyoman Suyasa menjelaskan bahwa tepung Indigofera diberikan kepada kambing sebagai pakan tambahan "Diberikan antara 100 – 200 gram/ekor/hari selain pakan dari hijauan berupa rumput dan dedaunan yang ada disekitar lokasi" ungkapnya.

Dirinya berharap dengan pemberian tepung Indigofera ini mampu meningkatkan bobot harian dan produktifitas atau reproduksi kambing, karena menurutnya kandungan Nutrisi tepung Indigofera cukup tinggi (Kandungan protein kasar 25 – 29%).

"Kambing ini untuk sementara tidak diperjual belikan karena masih dikembangkan, dan saya harapkan nantinya Desa Sanda akan menjadi sentra bibit kambing boerka untuk wilayah-wilayah pengembangan ternak kambing di Bali" ujarnya menambahkan.

 

Menguji Probiotik Berbahan Baku Kunyit Pada Kambing di Tabanan

DenpasarHari Rabu 24 Juni 2020, bertempat di Kelompoktani Matahari Desa Candikuning - Baturiti - Tabanan dilakukan penimbangan awal ternak kambing petani yang akan diberikan perlakuan probiotik berbahan baku kunyit yang diformulasi oleh peneliti peternakan BPTP Bali.

Peneliti peternakan BPTP Bali, Ni Luh Gede Budiari mengatakan pemberian probiotik berfungsi meningkatkan nafsu makan dan kecernaan pakan sehingga pertumbuhan ternak akan lebih meningkat. "Kita coba dan lihat dulu hasilnya, kalau hasilnya bagus bisa disebarluaskan ke petani lainnya. Cara membuatnya sederhana dan bahannya juga ada disekitar kita", jelasnya.

Hadiman Marzuki selaku penyuluh swadaya dan juga merupakan pembina kelompok yang ikut mendampingi saat pelaksanaan penimbangan kambing berharap kajian yang sedang dilakukan bisa dijadikan pembelajaran bersama.

BPTP Bali Tetap Mengawal Produksi Ternak Petani di Masa Pandemi Covid-19

Denpasar - Pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai. Akan tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat tim Pengkaji BPTP Bali untuk terus mengawal peningkatan produksi ternak di Bali. Hari Kamis 14 Mei 2020, bersama Kelompok Tani Ternak Satya Semaya Merta Nadi, Br. Nyawah, Desa Selulung, Kecamatan Kintamani-Kabupaten Bangli. Tim pengkaji BPTP Bali melaksanakan kegiatan penimbangan ternak sapi penggemukan. Selain itu dilaksanakan juga pemberian layanan kesehatan ternak berupa pemberian vitamin dan obat cacing.

 

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengkaji pemanfaatan bahan lokal bernutrisi tinggi, mampu meningkatkan produktivitas sapi bali. Dalam kajian ini menurut Sisca Jati Utami (Peneliti BPTP Bali) kajian ini menggunakan paket teknologi pakan dedak, tepung indigofera, ubi rambat dan daun ubi sebagai sumber pakan lokal. Selain itu dikatakan pula guna mengamankan ketersediaan pakan dilakukan juga penyerahan sebanyak 2 kg biji tanaman indigofera, dengan harapan akan ditanam oleh masing anggota kelompok. Indigofera ini merupakan pakan ternak unggul bernutrisi tinggi.

 

Selain itu juga dilakukan penyerahan tepung indigofera, dan dedak kepada kelompok untuk ketersediaan pakan ternak sehingga diharapkan dapat membantu ternak untuk tetap berproduksi dengan baik selama masa covid ini.

BPTP Bali Sambangi Peternak Ayam Kampung di Kabupaten Badung

Denpasar - dalam menjalankan usaha ternak ayam kampung tentu banyak kendala yang dialami. Begitu juga yang dialami oleh I Gusti Ngurah Gita Ketua Kelompok Ternak Manuk Lestari, Desa Abiansemal, Kec. Abiansemal, Badung. Sebagai seorang peternak ayam kampung dirinya mengaku sangat membutuhkan dukungan inovasi dari BPTP Bali dalam menjalankan usahanya.

Terkait dengan itu dirinya mengundang BPTP Bali untuk melihat langsung usaha ternaknya.
Memenuhi undangan tersebut hari Selasa, 16 Juni 2020 Plh. Kasi KSPP, Kasubag TU BPTP Bali serta peneliti berkunjung ke kelompok ternak Manuk Lestari sekaligus menjalin silaturahmi dengan kelompok.

Dijelaskan oleh ketua kelompoknya, Kelompok Ternak Manuk Lestari saat ini beranggotakan 21 orang dan bergerak dalam usaha ternak ayam kampung. Mereka memilih usaha ternak ayam kampung karena mereka yakin akan prosfek usahanya. Terkait dengan kebutuhan yang masyarakat Bali yang tinggi akan ayam kampung, terutama untuk kepentingan upacara adat dan keagamaan.

Plh. KSPP BPTP Bali I Nyoman Adijaya menyampaikan kepada ketua kelompok bahwa BPTP Bali siap memberikan dukungan berupa pendampingan inovasi jika dibutuhkan. "Mudah-mudahan ke depan bisa ada program yang bisa disinergikan untuk mendukung pengembangan usaha kelompok ini" ujarnya.

I Nyoman Adijaya juga menawarkan kepada ketua kelompok agar mengajukan permohonan ke BPTP Bali (bersurat resmi) agar nantinya bisa ditugaskan peneliti atau penyuluh BPTP Bali yang menangani bidang peternakan untuk membina kelompok mereka.

Santri Milenial Bali Mulai Panen Silase

Tabanan - Silase merupakan pakan ternak awetan hasil fermentasi. Silase umumnya dibuat dari tanaman rrumputan, brangkasan jagung, jerami, sorgum dan lainnya. Silase dapat dibuat dengan menempatkan potongan hijauan dalam silo. Kemudian menutupnya dengan ditutup plastik, atau dengan membungkusnya membentuk gulungan besar.

Selasa 5 Mei 2020 bertempat di Kelompoktani Matahari Desa Candikuning petani milenial melakukan panen olahan pakan silase. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan bimtek pengolahan pakan ternak yang diberikan dari BPTP Bali.

Ni Luh Gede Budiari, SPt.,MPt sebagai narasumber didampingi penyuluh swadaya Bapak Hadiman Marzuki memandu acara panen silase tersebut. Luh Gede Budiari menjelaskan silase yang baik dicirikan oleh adanya aroma yang khas dan harum seperti aroma tape.   

Sementara Hadiman Marzuki menambahkan dalam waktu dekat akan dirancang pelatihan kepada para santri lainnya. “Bila tidak memungkinkan untuk dilakukan tatap muka langsung dengan tim BPTP Bali maka bisa dilakukan dengan vidio conference” ujarnya.

Hadiman juga mengharapkan bimbingan BPTP Bali dapat berkelanjutan. “bimtek-bimtek seperti inisangat dibutuhkan oleh para santri milenial” tambahnya.  

Pada kesempatan ini dilakukan pula uji coba pemberian pakan silase untuk ternak kambing, dan terlihat ternak kambing sangat lahap memakan silase.

Komitmen BPTP Bali Melaksanakan Keterbukaan Informasi Publik

Keterbukaan Informasi Publik (KIP) diatur dalam Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik. Undang-undang ini yang terdiri dari 64 pasal yang pada intinya memberikan kewajiban kepada setiap Badan Publik untuk membuka akses bagi setiap pemohon Informasi Publik untuk mendapatkan informasi publik, kecuali beberapa informasi tertentu.

 

Dalam hal ini Kementerian Pertanian telah berkomitmen untuk melaksanakan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik dan komitmen ini diikuti oleh segenap eselon 1 serta UPT dibawahnya.

 

Kamis 11 Juni 2020 Kepala BPTP Bali dan seluruh staffnya melakukan penandatangan komitmen bersama dan menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan Keterbukaan Informasi Publik. Melalui teleconfren penandatangan ini disaksikan oleh Biro Humas dan IP Kementan selaku PPID Utama dan BBP2TP selaku PPID pembantu pelaksana.

 

Sebelum melakukan penandatangan Dr. I Made Rai Yasa (Kepala BPTP Bali) menyatakan kesiapannya terkait penilaian keterbukaan Informasi Publik lingkup Kementan. “Kami akan persiapkan segala hal yang dibutuhkan dalam penilaian ini, termasuk inovasi di bidang pelayanan publik yang saat ini sedang kami rancang pengaplikasiannya" jelasnya.

 

Sementara itu ibu Nadya Fajardinni mewakili Biro Humas dan IP Kementan menberikan apresiasinya kepada BPTP Bali karena telah mempersiapkan dengan baik pelayanan publik di BPTP Bali, mulai dari sarana pelayanan dan sistem pelayanannya.

 

Elya Nurwulan SP.M.Si mewakili PPID BBP2TP juga menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh BPTP di Indonesia atas kerjasamanya mendukung keterbukaan informasi publik Kementerian Pertanian. Dirinya berharap ada PPID BPTP yang mampu menjadi juara dalam setiap pemeringkatan KIP lingkup Kementan ini.

 

Ini Cara Milenial Atasi Kejenuhan Selama Di Rumah Saja

Beberapa minggu belajar dirumah tentunya menimbulkan kebosanan bagi siswa sekolah. Belum lagi tidak diperbolehkan pergi ke tempat-tempat wisata atau keramaian akibat merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia. Mau beraktifitas di luar rumah pun fikir-fikir dulu.

Namun tidak bagi Ni Made Candra Sari Praptiwi, siswi kelas 10 salah satu SMA Negeri di Bali. Dirinya menikmati selama diterapkannya belajar di rumah. Setelah menyelesaikan tugas dari sekolah Ni Made memilih berkreasi di rumah, mengisi kejenuhan dengan menanam sayuran dengan sistem hidroponik.

Saat diwawancara Hari Rabu, 15 April 2020 di rumahnya, Ni Made mengaku mendapat pengetahuan menanam sayuran secara hidroponik dari BPTP Bali, sembari menunjukkan tanaman hodroponik miliknya yang terlihat tumbuh subur. "sayuran ini baru berumur 2 minggu, seminggu lagi siap panen" ujarnya. 

Made juga menjelaskan bahwa bertani sistem hidroponik merupakan kegiatan bercocok tanam modern, dimana tidak lagi menggunakan media tanam tanah. Hidro berarti air, sehingga dapat diartikan bercocok tanam dengan air. Namun bukan berarti hanya dengan menggunakan air saja, akan tetapi menggunakan media lain sebagai pendukungnya.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali Dr. I Made Rai Yasa menyatakan bahwa BPTP Bali sangat mendukung apabila ada siswa sekolah yang mau berkreatifitas menanam sayur secara hidroponik " Ini contoh generasi milenial yang patut ditiru oleh siswa-siswi lainnya untuk mengatasi kejenuhan selama dirumah saja." Ujarnya.

Dr. Rai Yasa juga mengatakan mulai tahun 2019 BPTP Bali mendapatkan mandat dari Kementerian Pertanian untuk mendampingi kegiatan PMS (pertanian masuk sekolah) di beberapa sekolah di Bali. Materi yang diberikan meliputi bimbingan teknis dan pendampingan teknologi budidaya tanaman hidroponik, tanaman dalam polybag dan lainnya. Hasilnya cukup menggembirakan, karena mendapatkan respon positif dari anak-anak sekolah.

Silase Jadi Andalan Kelompok Matahari di Baturiti dalam Berternak Kambing

Silase merupakan pakan yang telah diawetkan dari bahan pakan berupa tanaman hijauan, limbah industri  pertanian, serta bahan pakan alami lainya, dengan jumlah kadar/ kandungan air pada tingkat tertentu. Pakan tersebut dimasukan dalam sebuah tempat yang tertutup rapat kedap udara, biasa disebut dengan silo, atau plastik kantong selama sekitar tiga minggu.  Di dalam silo tersebut akan terjadi beberapa tahap proses an-aerob (proses tanpa udara/oksigen), dimana bakteri asam laktat akan mengkonsumsi zat gula yang terdapat pada bahan baku, sehingga terjadilah proses fermentasi.

Silase yang terbentuk karena proses fermentasi ini dapat di simpan untuk jangka waktu yang lama tanpa banyak mengurangi kandungan nutrisi dari bahan bakunya. Tujuan utama pembuatan silase adalah untuk memaksimumkan pengawetan kandungan nutrisi yang terdapat pada hijauan atau bahan pakan ternak lainnya, agar bisa di disimpan dalam kurun waktu yang lama, untuk kemudian di berikan sebagai pakan bagi ternak khususnya untuk mengatasi kesulitan dalam mendapatkan pakan hijauan pada musim kemarau.

Kelompok Matahari yang merupakan salah satu bagian dari kelompok Santri Milenial yang sampai saat ini terus melanjutkan inovasi silase yang diajarkan oleh Peneliti BPTP Bali beberapa bulan yang lalu.

Hizbullah, Ketua Kelompok Matahari mengatakan pembuatan silase ini sudah yang kedua kalinya sejak diajarkan oleh Peneliti BPTP Bali. Dia juga menjelaskan bahwa membuat silase sangat mudah dan disukai oleh ternak kambing mereka. "Untuk membuat silase kami memanfaatkan hijauan yang ada disekitarnya seperti rumput raja, dadem dan kaliandra" ungkapnya.

Hizbullah juga mewakili anggota kelompok mengucapkan terima kasih atas bimbingan tim BPTP Bali dan juga Bapak Hadiman Marzuki selaku penyuluh swadaya yang selalu mendampingi kelompok mereka.

WFH Bukan Halangan Diseminasi Inovasi Teknologi Pertanian

Harapan Presiden Jokowi, agar pertanian terus berjalan dan berproduksi ditengah Covid-19, membuktikan bahwa pertanian satu-satunya penyangga perekonomian Indonesia ketika sektor yang lain melemah terdampak wabah Covid. Presiden Jokowi ingin petani terus tetap beraktivitas agar pangan untuk 267 juta penduduk Indonesia tetap tersedia.

Kepala Badan Litbang Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si, Pertanian dalam arahannya melalui media YouTube tanggal 18 Maret 2020, menyampaikan bahwa di tengah wabah Covid-19 ini pertanian memang tidak bisa libur karena menyangkut pangan 267 juta orang penduduk Indonesia. Semua jajaran Kementan termasuk Badan Litbang Pertanian punya tanggung jawab bagi tersedianya 11 bahan pokok utama untuk masyarakat Indonesia "Apalagi kita akan menyongsong bulan puasa dan lebaran, tugas penelitian di wilayah-wilayah harus tetap bisa jalan walaupun dengan keterbatasan, tentunya dengan tetap memegang prinsip kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap Covid-19" ujarnya.

Menyikapi kebijakan Work From Home (WFH) dan Sosial Distancing yang diterapkan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Covid 19, petani di Bali tidak tinggal diam dan berpangku tangan saja. Mereka tetap beraktivitas di lahan maupun di rumah. Hanya saja kalau dulu bebas kemana-mana kini hanya sekitar rumah dan lahan pertanian saja.

Contohnya petani di Desa Antapan, Tabanan-Bali yang merupakan binaan BPTP Bali melalui program Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Inovasi. Mereka tetap berkreativitas mengolah bahan lokal yang berpotensi di lingkungan mereka. Berkat bimbingan dari BPTP Bali mereka membuat Mikroorganisme Lokal (MOL). MOL merupakan produk organik yang diolah dari bahan-bahan lokal.

Menurut I Wayan Suraga, ketua kelompok ternak Bukit Indah, Desa Antapan, Tabanan, MOL yang mereka buat memanfaatkan daun Indigofera dan Gamal sebagai bahan dasarnya. "Kami memakai campuran daun indigofera, daun gamal, gula merah, air cucian beras dan air kelapa untuk membuat MOL". jelasnya. Selain itu, menurutnya MOL yang sudah jadi digunakan untuk mengolah limbah ternak sapi sebagai fermentator.

I Nyoman Adijaya, SP. M.P (Peneliti BPTP Bali) ditemui saat melakukan bimbingan teknis pembuatan MOL kepada petani, Minggu 5 April 2020, mengatakan bahwa selain Indigofera dan Gamal petani juga bisa menggunakan bahan-bahan organik lainnya untuk membuat MOL seperti rebung bambu, limbah sayur, dan lainnya.

Adijaya juga menjelaskan bahwa diseminasi inovasi teknologi pertanian tetap berjalan di tengah-tengah pandemi Covid-19. "Kami bisa melakukan bimbingan teknis (bimtek) ke petani melalui media online maupun secara langsung dengan tetap menerapkan dan memperhatikan protokol kesehatan mencegahan penyebaran virus Covid-19" jelasnya.

Subcategories

Subcategories