Info Aktual

Pelepasan Mahasiswa Magang dari Universitas Nusa Cendana

Pelayanan Magang/PKL bagi siswa dan Mahasiswa menjadi salah satu wujud pelayanan publik yang disediakan di BPTP Bali. Setiap saat BPTP Bali selalu siap menerima siswa/mahasiswa yang ingin melaksanakan kegiatan magang/PKL.

 

Salah satu Fakultas yang setiap tahunnya selalu menempatkan mahasiswanya untuk melaksanakan magang adalah Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, NTT. Hari ini 16 Agustus 2019, setelah sebulan menimba ilmu dan pengalaman di BPTP Bali tentang kajian dan diseminasi inovasi teknologi pertanian di Bali, tiba saatnya bagi adik-adik mahasiwa kembali ke bangku kuliah dan keluarganya.

 

Pelepasan mahasiswa magang hari ini dilaksanakan langsung oleh kepala BPTP Bali. Ditandai dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada mahasiswa karena selama di BPTP Bali telah melaksanakan magang dengan sangat baik. Harapan Kepala Balai agar apa yang didapatkan selama magang di BPTP Bali dapat berguna kelak di kemudian hari baik di bangku kuliah maupun di kehidupan sehari hari.

'Aisyiyah Bali Gelar Workshop Pengolahan Pangan di BPTP Bali

Denpasar - Mengatasi masalah ketahanan pangan nasional diperlukan strategi guna terus mendorong dan menggerakkan pemangku kepentingan dan masyarakat untuk terus bersama- sama mendukung pembangunan pertanian dan ketahanan pangan. Hal tersebut yang menjadi dasar pemikiran organisasi wanita Islam Muhamadyah ('Aisyiyah) Provinsi Bali melaksanakan Workshop Pengolahan Pangan dengan tema " Gerakan Kemandirian Pangan 'Asyiyah menuju ketahanan pangan Nasional" demikian yang disampaikan Zachrolina selaku ketua Majelis ekonomi Ketenagakerjaan, PWA Bali. Dalam acara pembukaan Workshop pada hari Rabu (10/7), bertempat di BPTP Balitbangtan Bali.  

Ketua pimpinan wilayah ‘Aisyiyah Bali, Ir. Takwalin dalam sambutannya mengatakan workshop diikuti oleh para pimpinan ‘Aisyiyah di kabupaten dan kota sebali. Dan hasilnya akan diteruskan ke anggota masing-masing. Melalui workshop ini kita ingin memajukan masyarakat dan kami harap BPTP Bali dapat memfasilitasinya” Jujarnya.  

Sementara itu Kepala BPTP Balitbangtan Bali yang di Wakili Kasi KSPP dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap program 'Aisyiyah mendukung ketahanan pangan Nasional. “Kami telah mempersiapkan Peneliti dan Penyuluh yang membidangi pasca panen sebagai Narasumber selama acara Workshop berlangsung”. Jelasnya.

 

BPTP Bali Kembangkan SDM di Bidang Tanaman Hias

Tanaman hias merupakan salah satu komoditas ekonomis yang cocok dikembangkan di Bali. Petani Bali memiliki peluang besar untuk mengembangkan tanaman hias baik dalam bentuk hidup maupun bunga potong. Karena Bali merupakan daerah pariwisata, dimana permintaan akan tanaman hias untuk keperluan hotel, upakara dan lainnya terus ada. Berusaha tani tanaman hias atau bunga potong membutuhkan inovasi teknologi yang tepat guna sehingga diharapkan petani tanaman hias akan terus meningkat pendapatannya.

Melihat peluang tersebut Kepala BPTP Balitbangtan Bali Dr. I Made Rai Yasa menugaskan dua orang pegawainya untuk melaksanakan magang di Balai Penelitian tanaman hias (Balithi) di Cianjur, Jawa Barat. “ Mereka ditugaskan untuk mendalami inovasi teknologi tanaman hias, sehingga nanti diharapkan ilmu yang mereka peroleh dapat ditularkan kepada petani tanaman hias di Bali” jelasnya.

Sementara Itu Tulus Fernando dan Annela Retna Kumalasari setelah mengikuti magang inovasi teknologi tanaman hias mengaku sangat berterimakasih karena diberi kesempatan magang di Balithi. Menurut mereka telah belajar banyak tentang inovasi teknologi tanaman hias, mulai dari teknologi produksi benih hingga pasca panen “ hari pertama kami belajar tentang bunga krisan” ungkap mereka.

Tulus Fernando dan Annela Retna Kumalasari merupakan Calon Peneliti yang mulai tahun 2019 ini ditempatkan di BPTP Balitbangtan Bali, untuk mendukung BPTP Balitbangtan Bali dalam melaksanakan pengkajian, perakitan pengembangan dan diseminasi teknologi pertanian tepat guna sfesifik lokasi di Bali.

Workshop Penyusunan LK Lingkup Kementan di Bali

Denpasar - Dalam rangka memenuhi Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 222/PMK.05/2016 tentang pedoman penyusunan dan penyampaian laporan keuangan Kementerian/Lembaga dan agar opini (WTP) Wajar Tanpa Pengecualian dapat dipertahankan, maka Kementerian Pertanian secara serentak di 33 Provinsi di Indonesia melaksanakan Workshop Penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Satker Kementan Semester I Tahun 2019.

Mulai hari ini Selasa tanggal 9 sampai dengan 12 Juli 2019, BPTP Balitbangtan Bali selaku Sekretariat Unit Akutansi Pembantu Penguna Anggaran/Barang (UAPPA/B-W) Lingkup Kementerian Pertanian Wilayah Provinsi Bali menyelenggarakan Workshop Penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Satker Kementan Semester I Tahun 2019 Provinsi Bali bertempat di Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta-Bali.

Acara dibuka oleh Kepala BPTP Bali yang dalam hal ini diwakili Plh. Kepala Balai/Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPTP Bali, diikuti sebanyak 26 peserta yang merupakan petugas SAIBA serta petugas SIMAK BMN dari 17 satker lingkup sekretariat UAPPA/B-W Kementan Provinsi Bali.

Sambutan dari Plt. Sekretaris Jenderal-Kementerian Pertanian yang dibacakan Kepala Bagian Keuangan dan Perlengkapan Ditjen PSP - Kementerian Pertanian, disampaikan bahwa Kementerian Pertanian telah resmi menerima LHP dan Opini BPK atas LK Kementan Tahun 2018. Berkat kerja keras Kementerian Pertanian bersama segenap jajaran pengelolaan keuangan dan perlengkapan, dari tingkat satker, wilayah, eselon I sampai dengan kementerian dapat mempertahankan kualitas laporan keuangan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Yang menjadi sejarah baru bagi Kementerian Pertanian, dengan memperoleh opini terbaik dari BPK selama tiga tahun berturut-turut.

BPTP Bali Siapkan SDM Untuk Diseminasikan Teknologi Kopi

Sukabumi - Kopi merupakan komoditas ekspor, penyumbang devisa negara, dan sumber pendapatan petani Tercatat Indonesia sebagai penghasil kopi terbesar ke tiga di dunia, dengan jumlah produksi tahun 2018 sebesar 722.461 ton, dengan produktivitas rata-rata 782 kg/ha. 

Provinsi Bali sendiri komoditas kopi memiliki prospek yang bagus untuk lebih dikembangkan dan ditingkatkan produktivitas maupun kualitasnya.

Menurut Kepala BPTP Bali, Dr. I Made Rai Yasa dengan pengelolaan yang baik dan sentuhan Inovasi kopi di Bali akan memiliki produktivitas dan nilai ekonomis yang tinggi. "dengan demikian pendapatan petani kopi pun akan meningkat lagi" jelasnya. 

Berdasarkan pemikiran tersebut Kepala BPTP Bali bertekad untuk memperluas inovasi teknologi kopi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian di Bali. Hari Selasa 30 Juli 2019, dirinya menugaskan seorang Penyuluh Pertanian di BPTP Bali untuk mengikuti, bimbingan teknis Teknologi Budidaya Kopi yang diselenggarakan oleh Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, Badan Litbang Pertanian. Harapannya Penyuluh yang ditugaskan selesai bimtek mampu mediseminasikan Inovasi teknologi Balitbangtan kepada petani kopi di Bali.

Tidak hanya pada komoditas Kopi selanjutnya menurut kepala BPTP Bali akan ditugaskan Penyuluh, Peneliti maupun Litkayasa yang lain untuk mengikuti bimtek di Balai maupun Pusat Penelitian.

Sementara itu menurut Putu Sweken (Penyuluh Pertanian) yang telah mengikuti Bimtek Budidaya Kopi mengakui bahwa bimtek yang diikuti sangat bermanfaat bagi dirinya sebagai seorang Penyuluh pertanian yang bertugas mendampingi petani dalam menerapkan inovasi teknologi. "Materi bimtek yang diberikan sangat menarik, mulai dari teknologi perbanyakan kopi, pemeliharaan sampai pasca panen, semua diajarkan oleh Narasumber yang kompeten dari Balitri" jelasnya.

Ditanya rencana ke depan Sweken mengatakan siap mendiseminasikan semua materi bimtek yang didapatkan kepada petani kopi di Bali.

Tanpa Kimia Produktivitas Bawang Merah Tetap Tinggi

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang sejak lama telah diusahakan oleh petani di Indonesia. Pengusahaannya pun dilakukan secara intensif. Menurut petani nilai ekonomis bawang merah cukup menjanjikan, akan tetapi cukup sulit dalam pelaksanaan budidayanya. Kegagalan dalam usahatani bawang merah mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit bagi petani. Banyak factor yang menjadi penyebab kegagalan usaha tani bawang merah. Salah satunya adalah serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Pengendalian OPT bawang merah umumnya dilakukan petani selain dengan cara mekanis juga dengan alikasi pestisida kimia sintetik. Seperti yang kita ketahui aplikasi pestisida kimia sintetik secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan ekosistem. Terlebih sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Mengatasi permasalahan tersebut Tahun 2019 BPTP Bali kembali mengkaji dan mendiseminasikan Inovasi teknologi pengendalian OPT bawang merah yang ramah lingkungan. Kajian yang dilakukan adalah Penggunaan Kisela 866 dan perangkap Feromon exi untuk mengendalikan OPT bawang merah.

Seni 8 Juli 2019 BPTP Bali bersama-sama petani melaksanakan panen bawang merah pada kegiatan pendampingan pengembangan kawasan bawang merah di Kelompok tani Merta Jaya, Desa Songan B, Kintamani, Bangli. Panen kali ini membuktikan walaupun tanpa pestisida kimia, produksi bawang merah yg diperoleh cukup tinggi. Dari hasil ubinan diketahui produktivitasnya sekitar 34,4 ton per hektar.

Menurut Nyoman Ngurah Arya (Peneliti BPTP Bali), pengendalian OPT tanaman bawang merah yang dipanen hari ini, selama ini hanya menggunakan biopestisida Kisela 866. Selain itu juga menggunakan perangkap Feromon exi sebagai dasar ambang pengendalian ulat bawang merah (Spodoptera exigua). "Feromon exi tersebut disamping sebagai dasar pengendalian sekaligus juga berfungsi untuk mengendalikan perkembangan populasi ulat bawang merah" jelasnya. (swk)


 

Manggis dan Durian Berpotensi di Kembangkan di Petang

Badung – Hari Rabu, 31 Juli 2019 bertempat di Kantor Desa Petang Badung telah dilaksanakan Focus Grup Discussion tentang potensi dan permasalahan pengembangan tanaman manggis dan durian di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Yang dihadiri Kepala BPTP Bali beserta stafnya, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, SKPD terkait, PPL, Petani serta Pengurus empat Subak Abian yang ada di Desa Petang.

Menurut Kepala BPTP Bali Dr. I Made Rai Yasa dari hasil FGD diketahui masih banyak inovasi di bidang teknis dan kelembagaan yang dibutuhkan untuk meningkatkan Produktivitas, pemasaran, sehingga berujung pada meningkatnya pendapatan petani.

Disampaikan juga dari hasil indentifikasi ditemukan adanya Sumber Daya Genetik tanaman durian, yang oleh petani setempat disebut Durian Kebo. Dimana cirinya daging buah tebal dan bijinya tipis. “Durian kebo ini sangat potensial untuk dikembangkan dan ke depan perlu didaftarkan sebagai varietas SDG daerah ini” ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan tanaman manggis dan durian kepala BPTP Bali juga mengaku akan menyiapkan SDM yang kompeten di bidang Hortikultura. “ Kami berencana SDM kami akan dilatih terlebih dahulu di Balit atau Puslit sehingga siap mendampingi petani hortikultura di Bali, termasuk di Kecamatan Petang, Badung ini” jelasnya.

Senada dengan Kepala BPTP Bali terkait dengan prospek pengembangan ke depannya, Kepala Balai Karantina Pertanian Bali menyampaikan bahwa manggis dan durian sangat prospektif untuk dikembangkan di wilayah Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Disebutkan juga bahwa tahun 2018 telah diekspor sekitar 4.000 ton manggis dari Bali. “Kami harapkan ke depan, Kecamatan Petang ikut mendongkrak peningkatan ekspor manggis Bali” ujarnya.

 

BPTP Bali Serahkan Sertifikat SDG ke Bupati Buleleng

Singaraja - Rabu 3 Juli 2019, disela-sela acara pembukaan Buyan Lake Festival, Kepala BPTP Bali diwakili Dr. I Gst Komang Dana Arsana (Peneliti BPTP Bali) menyerahkan tujuh sertifikat tanda daftar varietas lokal kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Ketujuh sertifikat tersebut antara lain mangga bikul, padi gondrong Sudaji, padi beras merah Munduk, Biu saba tabah, keladi togog kuning, padi ketan gundil Sudaji dan padi cicih gundil.

Dalam arahannya Bupati Buleleng menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas fasilitasi BPTP Balitbangtan Bali dalam mendaftarkan varietas tanaman lokal Buleleng sebagai varietas SDG asli Buleleng. Beliau berharap dapat digali lagi komoditas- komoditas lain khas/lokal Buleleng bersinergi dengan OPD terkait untuk dapat didaftarkan serta dilindungi keberadaannya.

BPTP Balitbangtan Bali Terus Tingkatkan Kompetensi SDM

Denpasar - Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan professional merupakan point penting dalam memajukan sebuah organisasi. BPTP Balitbangtan Bali sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian memiliki tugas mengkaji, merakit menguji Inovasi pertanian tepat guna sfesifik lokasi di Provinsi Bali. Memiliki SDM yang kompeten di bidang pertanian sangat diperlukan BPTP Balitbangtan Bali dalam mempercepat hilirisasi hasil Inovasi Badan Litbang Pertanian kepada petani.


Menurut Kepala BPTP Bali Dr. I Made Rai Yasa Tahun 2019 BPTP Bali telah mempersiapkan ini sejumlah SDM untuk ditingkatkan kompetensinya. “ Tanggal 24 Juli 2019 kami sudah kirimkan dua orang penyuluh pertanian untuk mendalami inovasi teknologi pada komoditas Hortikultura ke Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika selama tiga hari” ungkapnya.


Lebih lanjut Dr. Made Rai Yasa mengatakan akan terus mengirim beberapa SDM lagi baik Peneliti, Penyuluh, maupun Teknisi Litkayasa untuk mendalami inovasi teknologi pada komoditas lain seperti perkebunan, pangan peternakan dan lainnya di Pusat-Pusat Penelitian maupun Balai Penelitian, Badan Litbang Pertanian. “ kami harap setelah mereka kembali sudah memiliki spesialisasi serta kompetensinya meningkat” ujarnya.


Sementara itu Putu Sugiarta dan Agung Prijanto, Penyuluh pertanian BPTP Bali yang telah mengikuti Bimtek di Balitjestro mengakui program peningkatan kapasitas SDM BPTP Bali sangat bermanfaat terutama bagi mereka sebagai petugas yang mendampingi petani menerapkan inovasi teknologi dari Badan Litbang Pertanian.

Mereka juga mengaku semua materi bimbingan teknis yang diperoleh di Balitjestro sangat bermanfaat “kami mempelajari teknologi introduksi pembungaan jeruk dengan metode pikung, produksi benih jeruk bebas penyakit, perbanyakan agens hayati pengendali HPT jeruk, teknologi Sitara dan Bujangseta, teknologi pembungaan tanaman lengkeng, budidaya stroberi soiless, serta yang lain” ungkap mereka.

KREI Kunjungi Bio Industri Tabanan

Model Pertanian Bio Industri dibangun BPTP Bali bersama petani Kelompok Setia Makmur, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti Tabanan-Bali. Seiring berjalanya waktu Model Pertanian Bio Industri terus menunjukkan eksitensinya. Kunjungan dari berbagai pihak pun terus berdatangan bahkan dari luar negeri. Banyak yang penasaran dengan Model pertanian berbasis ekologi ini.

Hari  Selasa 2 juli 2019 Balai Penelitian Tanah-Badan Litbang Pertanian difasiltasi BPTP Bali membawa rombongan dari Korea Rural Economic lnstitute (KREI) berkunjung ke Model Pertanian Bio Industri Tabanan. Kunjungan dalam rangka kerjasama penelitian antara dengan Korea Rural Economic lnstitute (KREI) dengan Balai Penelitian Tanah-Badan Litbang Pertanian. Dimana topik dari kerjasama mereka adalah'. "Enhancing Agicultural productivity by Developing Environmental Fiendly Fertilizer sector in lndonesia".

Menurut KSPP BPTP Bali, Nyoman Adi Jaya KREI sangat tertarik dengan kegiatan pertanian organik yang dilakukan petani di Model Pertanian Bio industri, Tabanan. Selain itu rombongan dari KREI juga berkunjung ke Kelompok Tani Leket Sari di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng untuk melihat pengolahan kopi arabika organik yang dilakukan kelompok tani.  

Subcategories

Subcategories